NASA Berupaya Selamatkan Teleskop Swift dari Ancaman Kehilangan Orbit

4 hours ago 1
NASA Berupaya Selamatkan Teleskop Swift dari Ancaman Kehilangan Orbit ilustrasi(Doc NASA)

Neil Gehrels Swift Observatory merupakan salah satu teleskop luar angkasa NASA yang digunakan untuk mengamati ledakan sinar gamma (gamma-ray burst), lubang hitam, hingga berbagai fenomena kosmik berenergi tinggi. 

Teleskop yang diluncurkan pada 2004 itu kini menghadapi ancaman kehilangan orbit akibat meningkatnya hambatan atmosfer yang dipicu aktivitas Matahari. 

Dalam mengatasi kondisi tersebut, NASA menggandeng perusahaan antariksa Katalyst Space Technologies melalui misi Swift Boost untuk memperpanjang usia operasional Swift. Dalam misi tersebut, wahana antariksa robotik milik Katalyst yang diberi nama LINK akan berupaya bertemu dengan Swift dan menaikkan ketinggian orbitnya. 

Langkah ini bertujuan memperpanjang masa misi ilmiah Swift sekaligus memajukan kemampuan penting yang dibutuhkan untuk mendukung eksplorasi ruang angkasa di masa depan. 

Misi Selamatkan Swift

Menurut NASA, meningkatnya aktivitas Matahari membuat hambatan atmosfer di orbit rendah Bumi semakin besar sehingga mempercepat penurunan ketinggian Swift. Untuk mempertahankan teleskop tersebut tetap beroperasi, NASA memilih meningkatkan orbitnya daripada membangun observatorium baru.

Pada 3 Juli 2026, wahana robotik LINK diluncurkan menggunakan roket Pegasus XL milik Northrop Grumman. Roket yang diluncurkan dari pesawat (air-launched rocket) itu diberangkatkan dari Reagan Test Range di Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall, sehingga LINK dapat langsung menuju orbit Swift.

Setelah mencapai orbit, LINK dijadwalkan melakukan rendezvous dengan Swift sebelum secara bertahap menaikkan ketinggian orbit teleskop tersebut. Sebagai bagian dari persiapan misi, NASA juga menghentikan sementara operasi ilmiah Swift dan menyesuaikan orientasi wahana untuk mengurangi hambatan atmosfer. 

Langkah ini dilakukan agar ketinggian rata-rata Swift tetap berada di atas sekitar 185 mil (300 kilometer) sehingga peluang keberhasilan misi peningkatan orbit semakin besar. 

Kendala Muncul di Tengah Misi

Di tengah upaya penyelamatan Neil Gehrels Swift Observatory, misi robotik LINK milik Katalyst Space Technologies menghadapi kendala teknis. 

Menurut laporan The Economic Times, wahana tersebut mengalami gangguan pada sistem pendorong (thruster) yang menyebabkan LINK kehilangan kendali orientasi dan berputar di orbit. 

Kondisi tersebut menghambat komunikasi dengan tim pengendali di Bumi sehingga tahapan rendezvous dengan Swift belum dapat dilanjutkan sesuai rencana.

Sebelumnya, NASA melaporkan bahwa proses commissioning LINK berjalan sesuai rencana. Tim Katalyst telah menyelesaikan pemeriksaan sistem tenaga, avionik, serta pengujian awal sistem propulsi berbahan bakar xenon. 

NASA juga menyebut beberapa kendala awal pada sistem komunikasi dan salah satu reaction wheel berhasil diatasi melalui pembaruan perangkat lunak sehingga wahana kembali berada dalam kondisi stabil sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.

Meski menghadapi gangguan, misi Swift Boost belum dinyatakan berakhir. The Economic Times melaporkan bahwa Katalyst Space Technologies bersama NASA masih melanjutkan upaya pemulihan dengan asumsi misi tersebut tetap dapat diselamatkan. 

Sumber: NASA, The Economic Times

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |