NASA dan IBM Rilis Model AI Terbuka untuk Petakan Rahasia Bulan

6 days ago 4
NASA dan IBM Rilis Model AI Terbuka untuk Petakan Rahasia Bulan ilustrasi(Magnific)

BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama IBM resmi meluncurkan NASA-IBM Lunar Foundation Model, sebuah model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbasis sumber terbuka (open-source) yang dirancang khusus untuk menganalisis data eksplorasi Bulan.

Inovasi ini dikembangkan untuk membantu para peneliti memilah dan mengolah tumpukan data ilmiah berukuran petabita (petabytes) yang telah dikumpulkan NASA selama berdekade-dekade dari berbagai misi antariksa. Salah satunya berasal dari wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yang volume datanya melampaui gabungan seluruh misi planet NASA lainnya.

Melalui model AI terbuka yang kini dapat diakses secara gratis di platform Hugging Face ini, para ilmuwan dapat memetakan kawah, menganalisis fitur vulkanik purba, hingga memodelkan potensi lokasi es air di dekat kutub Bulan secara lebih cepat dan efisien.

"NASA telah menghabiskan waktu berdekade-dekade membangun catatan ilmiah Bulan yang luar biasa, tetapi mengumpulkan data hanyalah sebagian dari pekerjaan," kata Chief Science Data Officer sekaligus Penjabat Chief Data and AI Officer di Markas Besar NASA, Kevin Murphy. "Kami juga harus membuat data lebih mudah untuk dijelajahi dan digunakan oleh para ilmuwan. NASA-IBM Lunar Foundation Model menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika kita membawa AI ke dalam petabita data ilmiah NASA. Itulah peluang nyata yang kami lihat dengan AI: mengubah data skala besar menjadi penemuan-penemuan baru."

Secara teknis, model ini dilatih menggunakan kombinasi data pengamatan multidimensi dan multiresolusi. AI ini mampu menghubungkan pengamatan dari berbagai instrumen antariksa, mengungkapkan pola tersembunyi yang sulit terlihat jika data dianalisis secara terpisah, serta memprediksi keberadaan deposit es di permukaan Bulan. Keberadaan es air di Bulan menjadi fokus penting karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya vital untuk menunjang pangkalan masa depan dan bahan bakar roket.

Selain itu, model AI ini juga membantu mempercepat identifikasi fitur vulkanik langka yang dikenal sebagai Irregular Mare Patches untuk memahami sejarah evolusi termal Bulan, serta mendeteksi dan mengklasifikasikan kawah hingga resolusi tingkat meter.

Kehadiran NASA-IBM Lunar Foundation Model merupakan bagian dari tren yang lebih luas dalam pemanfaatan AI untuk ilmu pengetahuan planet (planetary science). Berbagai badan antariksa dan perusahaan swasta di seluruh dunia kini terus mengeksplorasi penggunaan kecerdasan buatan guna meningkatkan produktivitas ilmiah, menekan biaya, dan menyederhanakan alur kerja riset antariksa. (Space/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |