NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari terhadap Bumi dan Iklim di Masa Lalu

3 weeks ago 38
NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari terhadap Bumi dan Iklim di Masa Lalu Ilustrasi(Doc NASA)

MATAHARI ternyata memiliki pengaruh terhadap Bumi yang jauh lebih kompleks dari sekadar menyediakan cahaya dan panas. 

Penelitian terbaru yang didukung NASA mengungkap bagaimana aktivitas Matahari dan perjalanan tata surya melewati lingkungan antarbintang kemungkinan ikut memengaruhi kondisi Bumi serta iklimnya pada masa lalu.

Temuan tersebut berasal dari dua penelitian yang menelusuri sejarah Matahari dan interaksinya dengan lingkungan ruang angkasa. 

Hasilnya memberikan gambaran baru mengenai hubungan antara Matahari, heliosfer, atmosfer, dan kondisi Bumi selama miliaran tahun.

Heliosfer Pernah Menyusut hingga di Bawah Orbit Bumi

Salah satu penelitian berfokus pada heliosfer, gelembung raksasa yang terbentuk dari angin Matahari dan medan magnetnya. 

Struktur ini berperan sebagai pelindung tata surya dari sebagian partikel berenergi tinggi yang berasal dari luar tata surya.

Namun, ukuran heliosfer ternyata tidak selalu tetap. Ketika tata surya bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti, Matahari dapat melewati wilayah antarbintang dengan kepadatan dan tekanan yang berbeda.

Peneliti menemukan kemungkinan bahwa tata surya pernah melewati awan antarbintang yang cukup padat untuk menekan heliosfer secara signifikan. Dalam kondisi ekstrem, heliosfer bahkan dapat menyusut hingga lebih kecil daripada orbit Bumi.

Jika kondisi tersebut terjadi, Bumi berpotensi berada di luar perlindungan heliosfer dan menerima paparan lingkungan antarbintang yang lebih besar. NASA menyebut beberapa kemungkinan peristiwa tersebut terjadi jutaan tahun lalu.

Matahari Muda Lebih Redup, tetapi Bumi Tetap Hangat

Penelitian lainnya mengungkap teka-teki mengenai kondisi Bumi sekitar tiga miliar tahun lalu. Saat itu, Matahari diperkirakan hanya memiliki sekitar 70 persen kecerahan dibandingkan sekarang.

Secara teori, Matahari yang lebih redup seharusnya membuat Bumi jauh lebih dingin. Namun, bukti geologis menunjukkan planet ini tetap memiliki air dalam bentuk cair. 

Salah satu kemungkinan jawabannya adalah aktivitas Matahari muda yang jauh lebih kuat. Partikel berenergi tinggi dari aktivitas tersebut diduga dapat memicu reaksi kimia di atmosfer Bumi dan menghasilkan gas rumah kaca yang membantu mempertahankan suhu planet.

Bukan Penyebab Pemanasan Global Saat Ini

Meski Matahari merupakan sumber energi utama bagi sistem iklim Bumi, NASA menegaskan bahwa perubahan aktivitas Matahari bukan penyebab utama pemanasan global modern.

Variasi energi Matahari memang dapat memengaruhi iklim, tetapi besarnya perubahan tersebut tidak cukup untuk menjelaskan kenaikan suhu global dalam beberapa dekade terakhir. 

Peningkatan gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menjadi faktor dominan dalam pemanasan global saat ini. 

Penelitian ini memperlihatkan bahwa hubungan Matahari dan Bumi jauh lebih rumit. Dengan menelusuri sejarah Matahari dan lingkungan antariksa di sekitarnya, ilmuwan dapat memahami lebih jauh bagaimana kondisi luar angkasa pernah memengaruhi atmosfer dan lingkungan Bumi sepanjang sejarahnya.

Sumber: NASA

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |