ilustrasi(Antara)
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim menegaskan partainya masih konsisten mendorong ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 7%. Meski demikian, NasDem membuka ruang pembahasan bersama partai politik lain untuk menentukan angka yang dapat disepakati bersama.
Hermawi mengatakan sikap tersebut telah menjadi posisi NasDem sejak partai itu mengikuti kontestasi politik nasional pada Pemilu 2014. Menurut dia, angka 7% bukanlah sikap yang baru muncul dalam pembahasan wacana perubahan parliamentary threshold.
"Kalau NasDem sebagaimana telah disampaikan beberapa kali di media bahwa sejak awal hadir di pelantikan politik nasional pada pemilu 2014, NasDem konsisten dengan angka parliamentary treshold 7%," kata Hermawi.
Kendati mempertahankan angka tersebut, Hermawi menekankan bahwa pembahasan mengenai ambang batas parlemen tetap perlu melibatkan partai-partai lain. Ia menyebut NasDem tidak menutup diri terhadap proses dialog untuk mencari titik temu.
"Semua masih harus didiskusikan dengan partai-partai lain agar terdapat satu angka yang disepakati bersama," imbuhnya.
Menurut Hermawi, NasDem siap melanjutkan pembicaraan dengan partai politik lain terkait besaran ambang batas parlemen. Dengan demikian, sikap NasDem saat ini tetap berpegang pada angka 7%, namun keputusan akhir mengenai angka yang akan digunakan tetap terbuka untuk didiskusikan secara bersama.
"NasDem siap untuk terus berdiskusi dengan sesama partai untuk mencapai kesepakatan," tandas Hermawi. (E-3)


















































