REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jujur saja, banyak anak muda sekarang punya mimpi besar soal karier. Ingin kerja di perusahaan keren, gaji tinggi, bahkan berharap cepat mapan setelah lulus kuliah. Namun, ada satu pertanyaan sering bikin agak “menohok”, skill kamu sebenarnya apa?
Faktanya, dunia kerja sekarang lagi ramai dibahas karena ada jutaan peluang kerja yang sebenarnya terbuka. Bahkan sempat viral sekitar 19 juta lapangan kerja tersedia di berbagai sektor. Kedengarannya banyak, kan?
Namun masalahnya, bukan di jumlah pekerjaan. Masalahnya ada di skill gap, kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kemampuan yang dimiliki pencari kerja. Banyak lulusan perguruan tinggi datang melamar pekerjaan hanya dengan modal ijazah.
Selama kuliah empat tahun, aktivitasnya lebih banyak di ruang kelas mendengar teori, mengerjakan tugas, dan mengejar nilai. Begitu lulus, barulah sadar kalau perusahaan ternyata mencari kandidat yang sudah punya skill praktis, pengalaman kerja, dan portofolio.
Akibatnya, banyak lulusan yang akhirnya harus “belajar dari nol” setelah lulus. Sementara perusahaan lebih memilih kandidat yang sudah siap kerja sejak awal. Di sinilah banyak anak muda mulai merasa dunia kerja terasa semakin kompetitif.
Karena itu, cara pandang terhadap kuliah juga mulai berubah. Tidak sedikit calon mahasiswa sekarang mencari kampus dengan sistem pembelajaran lebih dekat dengan dunia industri. Bukan hanya belajar teori, juga berkesempatan membangun pengalaman kerja sejak masih kuliah.
Salah satu kampus yang menawarkan konsep seperti ini adalah Cyber University (Universitas Siber Indonesia).
Kampus yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia ini menghadirkan pendekatan belajar yang dirancang agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja digital yang terus berkembang.
Program unggulannya adalah Company Learning Program (CLP) 3+1. Polanya cukup berbeda dari kuliah konvensional. Mahasiswa menjalani tiga tahun masa perkuliahan, kemudian satu tahun penuh magang di perusahaan.
Dengan pola seperti ini, mahasiswa tak hanya belajar teori di kelas. Mereka juga punya kesempatan merasakan langsung dunia kerja sebelum lulus. Jadi ketika mahasiswa dari kampus lain baru mulai mencari pekerjaan setelah wisuda, mahasiswa Cyber University sudah memiliki pengalaman kerja satu tahun di industri.
Cyber University juga memiliki Career Center, yang berperan sebagai jembatan strategis antara mahasiswa, alumni, dan dunia kerja.
Melalui Career Center, mahasiswa bisa mendapatkan berbagai informasi lowongan kerja, peluang magang, bimbingan karier, hingga pelatihan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan di dunia profesional.
Sebenarnya peluang kerja masih terbuka lebar tapi hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang punya skill dan pengalaman sesuai kebutuhan industri. Karena di era sekarang, dunia kerja tidak lagi hanya melihat dari mana seseorang lulus, juga apa yang bisa dia kerjakan.

8 hours ago
2

















































