Nongkrong di Jam Sekolah, Sepuluh Pelajar Digiring ke Kantor Polisi

20 hours ago 1
Nongkrong di Jam Sekolah, Sepuluh Pelajar Digiring ke Kantor Polisi Polsek Widasari membawa 10 pelajar yang tengah nongkrong pada jam belajar untuk dilakukan pembinaan.(MI/NURUL HIDAYAH)

KEDAPATAN asyik nongkrong di warung saat jam sekolah, sebanyak 10 pelajar pria diamankan aparat kepolisian.

sebanyak 10 pelajar pria itu diamankan jajaran Polsek Widasari, Kabupaten Indramayu. Mereka kedapatan tengah asik nongkrong di warung di Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari pada jam belajar, Kamis (23/7).

Mereka pun dibawa ke Polsek Widasari untuk dilakukan pencatatan identitas.

Penertiban ini berawal dari laporan warga yang resah dan merasa mengganggu ketenangan dengan sekelompok pelajar yang nongkrong di sebuah warung  saat jam sekolah berlangsung. Aduan warga direspon anggota piket Polsek Widasari dengan langsung mendatangi lokasi nongkrong pelajar, Kamis (23/7) sekitar pukul 09.40 WIB.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati 10 pelajar yang seharusnya mengikuti proses belajar mengajar di sekolah malah berada di warung. Selanjutnya sepuluh pelajar itu pun didata.

“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi tersebut,” tutur Kapolsek Widasari AK Suprapto.

Ada pun barang bukti itu ialh uang tunai sebesar Rp45.000, 10 lembar kartu remi, 2 bungkus bubuk kratom, 5 gelas minuman merk Panther, 6 unit kendaraan sepeda motor milik pelajar dan 8 unit telepon genggam.

Dijelaskan Suprapto, tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan kepedulian mereka untuk mencegah potensi kenakalan remaja sejak dini.

“Kami lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan pembinaan dalam penanganan remaja ini dengan melibatkan sekolah dan orangtua,” tambahnya.

Tujuannya, agar para pelajar menyadari pentingnya disiplin dan menimba ilmu di sekolah serta menjauhi aktivitas menyimpang yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.

Suprapto menambahkan bahwa pengawasan terhadap anak-anak usia sekolah bukanlah tugas sebelah pihak, melainkan tanggung jawab bersama antara keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan jajaran kepolisian.

“Sinergi yang kuat ini sangat krusial untuk membentengi generasi muda dari pengaruh buruk,” tegasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |