Ilustrasi(Antara)
PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong seluruh desa adat memperkuat sistem mitigasi kebakaran menyusul insiden yang melanda DesaAdat Sade, Kabupaten Lombok Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan, desa-desa adat di NTB perlu memiliki sistem pencegahan dan penanganan kebakaran yang memadai untuk melindungi kawasan, masyarakat, serta aset budaya yang berada di dalamnya.
"Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana," ujar Ihwan saat ditemui usai meninjau kondisi pascakebakaran Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Minggu (23/8).
Menurut Ihwan, penguatan mitigasi menjadi semakin penting setelah sebelumnya terjadi kebakaran di Desa Adat Bayan dan kemudian Desa Adat Sade. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan perlunya kesiapsiagaan yang lebih kuat di kawasan permukiman adat yang memiliki nilai budaya tinggi.
Selain menyediakan peralatan pemadam dan sistem peringatan dini, pemerintah mendorong setiap desa adat memiliki personel yang mendapatkan pelatihan khusus mengenai mitigasi dan penanganan bencana.
Perlindungan Aset Budaya
Dinas Kebudayaan NTB juga mulai menginventarisasi artefak serta unsur budaya yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade. Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi benda-benda budaya yang masih tersisa sekaligus mendokumentasikan pengetahuan, cerita, dan tradisi masyarakat adat.
"Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat," ujar dia.
Ihwan mengatakan inventarisasi tersebut akan menjadi bagian dari upaya penyelamatan warisan budaya sekaligus dasar untuk menyusun langkah rekonstruksi dan penataan kembali kawasan.
Rencana tersebut akan dibahas bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta para tetua adat setempat.
"Kami mengajak masyarakat sebagai pemilik kebudayaan untuk berpikir bersama bagaimana langkah supaya Desa Adat Sade tidak hilang mengingat kawasan ini terkenal secara internasional," kata Ihwan.
Dokumentasi dan Replika Artefak
Upaya mitigasi juga diarahkan pada perlindungan benda-benda budaya yang rentan rusak atau musnah akibat kebakaran. Dinas Kebudayaan NTB mendorong setiap aset budaya, terutama peralatan dan koleksi tenun di Desa Adat Sade, didokumentasikan secara menyeluruh.
Dokumentasi tersebut dapat dilengkapi dengan pembuatan replika sehingga masyarakat tetap memiliki referensi dan bentuk pengganti apabila artefak asli tidak dapat diselamatkan ketika terjadi bencana.
"Dusun ini terkenal dengan tenun, maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini warta masih memiliki alat lain," kata dia.
Pemerintah berharap penguatan sistem pemadam kebakaran, penerapan early warning system, pelatihan aparatur, serta dokumentasi aset budaya dapat menjadi langkah bersama untuk meningkatkan ketahanan desa-desa adat di NTB terhadap ancaman kebakaran dan bencana lainnya. (Ant/E-4)


















































