Anggota Basarnas Bengkulu saat melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara.(Dok. Antara)
KANTOR Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu menyatakan hasil pencarian terhadap kapal cepat beserta tiga kru dan lima jurnalis hilang di Selat Sunda, Pandeglang, Provinsi Banten, di sekitar kawasan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, masih nihil.
"Hingga sore ini hasil pencarian masih nihil dan kami akan menunggu informasi selanjutnya apakah akan melanjutkan operasi SAR berikutnya atau dihentikan karena merupakan hari ketiga waktu tambahan operasi SAR setelah tujuh hari," kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik di Kota Bengkulu, Kamis (17/9/2026).
Muslikun menyebutkan bahwa Kantor Basarnas Bengkulu bersama Lanal Bengkulu dan instansi terkait lainnya melaksanakan perbantuan operasi SAR yang dikomandoi oleh Kantor SAR Banten.
Pengerahan Personel dan Alut Penyelamatan
Dalam proses pencarian ini, Kantor Basarnas Bengkulu mengerahkan sebanyak 25 personel. Sejumlah alat utama (alut) juga diterjunkan, meliputi RB213 Bengkulu dan RBB RIB 01 Bengkulu yang beroperasi di Perairan Enggano.
Selain itu, tiga unit rubber boat (LTR) dikerahkan untuk menyisir area pesisir perairan Bengkulu dan perairan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Sebelumnya, pada Rabu (16/9), tim Basarnas Bengkulu telah melakukan penyisiran darat dan pencarian dari Dermaga Malakoni hingga ke Banjarsari, Pulau Enggano. Tim juga merencanakan pencarian menggunakan RIB Basarnas yang diangkut dari Kota Bengkulu ke Pulau Enggano menggunakan Kapal Pulo Tello.
Kapal cepat yang sedang dicari tersebut mengangkut delapan penumpang, yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka dilaporkan hilang di Selat Sunda saat melakukan peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Uji DNA Jenazah tanpa Identitas
Di sisi lain, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu telah mengirimkan sampel DNA dari jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Mabes Polri).
"Terkait pencocokan DNA, jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, saat ini sudah dikirimkan sampel DNA-nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," ujar Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto.
Autopsi dan uji DNA ini dilakukan guna memastikan apakah jenazah tersebut memiliki keterkaitan dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh penyidik, dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan bukan merupakan warga setempat atau penduduk asli Pulau Enggano.
"Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu, nanti setelah ada hasil akan kita sampaikan kembali," pungkas Imam. (Ant/H-3)


















































