Pamit Mencari Harapan Baru di Kalimantan, Ahda Turut Hilang saat Menumpang KM Virgo Transport 8

5 days ago 4
Pamit Mencari Harapan Baru di Kalimantan, Ahda Turut Hilang saat Menumpang KM Virgo Transport 8 Saryanto menunjukkan foto saat Ahda, keponakannya, berpamitan kepada keluarga untuk merantau ke Kalimantan. Ahda menjadi salah satu korban kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan setelah tenggelam pada Minggu (13/9/2026).(Dok istimewa )

HARAPAN Saryanto, warga RT 01/RW 04 Gandekan, Solo, Jawa Tengah, kini menggantung di Laut Jawa. Keponakan yang ia rawat sejak kecil, Ahda Dhiyaurrohman, 19, menjadi salah satu dari 129 penumpang KMP Virgo Transport 8 yang masih dinyatakan hilang sejak kapal itu terbalik Minggu (13/9) lalu.

Sampai hari ini, Selasa (16/9) petang, belum ada kabar tentang Ahda. Keluarga hanya bisa menunggu dengan hati penuh keresahan dan pilu.

"Benar memang sebelumnya tinggal di sini, karena dari kecil memang anak itu saya rawat," kata Saryanto dengan suara lirih kepada wartawan yang menyambangi rumahnya. 

Ahda bukan berlibur. Ia sedang merantau mencari peruntungan sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Sebelum berangkat, ia sempat berpamitan ke rumah Saryanto. Momen itu bahkan sempat diabadikan dalam foto keluarga. Wajahnya tampak penuh harap.

"Pamitan, mau kerja di kelapa sawit, di Kalimantan," imbuh dia seraya mengenang semangat Ahda saat berpamitan. 

Tak ada yang menyangka pamitan itu dapat menjadi momen terakhir. Komunikasi terakhir mereka adalah video call singkat saat Ahda masih di atas kapal. Obrolan biasa, sekadar menyapa. 

"Sempat video call, tidak ada firasat apa-apa juga. Kok, tiba-tiba ada kabar seperti ini," ujar Saryanto yang mulai berkaca-kaca.

Duka itu semakin dalam setelah Saryanto berkunjung ke rumah orangtua kandung Ahda di Karanganyar, Senin (14/9). Di sana ia baru tahu keberangkatan Ahda ternyata belum mendapat restu penuh dari kedua orangtuanya.

"Ternyata waktu ke sini bilang mau kerja itu belum dapat izin Abi dan Uminya," imbuh Saryanto. 

Sebelum memutuskan ke Kalimantan, Ahda sempat bekerja di sebuah restoran di Solo. Namun, ia merasa tidak betah dan ingin mencoba peruntungan baru yang lebih baik untuk keluarga.

Kini, satu-satunya yang bisa dilakukan keluarga adalah berharap dan berikhtiar. Saryanto dan keluarga berencana berangkat ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, yang menjadi titik awal keberangkatan KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin.

"Rencana mau ke sana, Tanjung Perak. Kami hanya bisa berharap Ahda bisa selamat," katanya sembari menahan isak.

Ahda adalah satu dari dua warga Solo yang masih hilang. Selain Ahda, ada Aldo Nurahmansyah warga Kepatihan Wetan. Hingga Senin (14/9), dari total 243 penumpang, baru 108 ditemukan selamat dan 6 orang meninggal dunia. 

Di rumah sederhana di Gandekan, foto pamitan Ahda masih terpajang. Keluarga masih menunggu sebuah kepastian di tengah lautan yang belum memberi jawaban. (WJ/E-4) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |