Panitia Asian Games 2026 Pertahankan Konsep Akomodasi Atlet Meski Dihujani Keluhan

3 days ago 3
Panitia Asian Games 2026 Pertahankan Konsep Akomodasi Atlet Meski Dihujani Keluhan Asian Games 2026.(Antara)

PANITIA Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berjanji terus menangani berbagai keluhan terkait akomodasi atlet dan ofisial menjelang pembukaan ajang olahraga terbesar di Asia tersebut pada Sabtu (19/9).

Presiden Komite Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya, Hideaki Omura, menegaskan akomodasi yang disiapkan memang bersifat fungsional, dan pihaknya terus melakukan perbaikan terhadap persoalan yang muncul di lapangan.

"Jika ada pendapat yang berbeda, kami akan menanggapinya dengan tepat. Saat ini, kami merespons setiap masukan dan terus memperbaiki berbagai hal ketika masalah muncul," kata Omura dikutip dari AFP.

Guna menekan anggaran bagi lebih dari 17 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara dan wilayah, panitia menyediakan beragam pilihan tempat tinggal, mulai dari kamar hotel, kapal pesiar, hingga bangunan kontainer kayu.

Namun, konsep tersebut memicu gelombang kritik. Kontingen Korea Selatan menyebut hunian kontainer sebagai yang terburuk dan mengeluhkan ukuran tempat tidur yang terlalu pendek.

Pemain tim basket putra Korea Selatan, Byeon Jun-hyeong, bahkan membagikan unggahan video yang memperlihatkan wastafel bocor hingga membanjiri lantai. "Tolong bantu kami," tulisnya.

Masalah makin bertambah ketika ratusan atlet sempat dievakuasi akibat hujan deras yang mengguyur Nagoya pekan lalu. Padahal, sekitar 2.000 orang dijadwalkan menempati hunian kontainer tersebut.

Meski demikian, Omura mengklaim konsep hunian kontainer tersebut sebelumnya telah mengantongi penilaian positif dari komite yang melibatkan mantan atlet dan Olympian. "Kami menjelaskan semuanya kepada mereka dan mengajak mereka melihat-lihat. Mereka mengatakan tempat tersebut terlihat fungsional dan bagus," tuturnya.

Selain hunian kontainer, sekitar 4.000 atlet dan ofisial ditempatkan di kapal pesiar Italia, Costa Serena, yang berlabuh di Nagoya sejak Selasa (15/9). Mengingat Jepang tengah memasuki musim topan dan kerap dilanda hujan deras, keselamatan penghuni kapal menjadi prioritas utama panitia. "Kami yakin dapat menyediakan akomodasi yang menjamin keselamatan atlet dan memungkinkan mereka memberikan penampilan terbaik," ujar Omura.

Di sisi lain, gelaran Asian Games yang mempertandingkan lebih dari 40 cabang olahraga ini mencatatkan penjualan tiket yang cukup baik untuk cabang populer. Kendati demikian, cabang yang kurang familier bagi masyarakat lokal seperti kriket masih sepi peminat.

"India memiliki tim kriket superstar dan warga India di Jepang mengatakan, 'Saya tidak percaya kami bisa menyaksikan pertandingan seperti ini'. Namun, penjualan tiket belum terlalu kuat," ungkap Omura. "Banyak orang di Jepang yang belum pernah melihat kriket. Saya sangat berharap mereka memanfaatkan kesempatan ini dan datang menyaksikan," tambahnya.

Kendati pembukaan resmi baru digelar akhir pekan ini, sejumlah pertandingan seperti basket dan sepak bola sudah lebih dulu bergulir sejak pekan lalu. Omura yang sempat menyaksikan laga basket putra antara Qatar dan Iran berharap ajang ini dapat mempererat persahabatan antarnegara Asia melalui olahraga. (AFP/Ndf/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |