Papua Waspadai Ancaman Karhutla hingga November 2026

3 weeks ago 34
Papua Waspadai Ancaman Karhutla hingga November 2026 Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri meminta kepala daerah memperkuat koordinasi Forkopimda untuk mencegah karhutla.(Dok. MI)

PEMERINTAH Provinsi Papua mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang dipicu fenomena El Nino. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri meminta seluruh kepala daerah tidak menunggu bencana terjadi, melainkan melakukan pencegahan dini melalui koordinasi intensif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Instruksi tersebut disampaikan Fakhiri dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Papua terkait Kebakaran Hutan dan Kekeringan Dampak El Nino di Aula Lukmen, Gedung Negara Dok V Jayapura, Rabu (26/8). Mengingat kondisi cuaca panas diperkirakan berlangsung hingga November, potensi kebakaran hutan di sejumlah wilayah Papua kini menjadi perhatian serius.

“Saya minta kepala daerah agar koordinasi dan kolaborasi jangan terputus. Papua punya potensi kebakaran yang luar biasa. Koordinasi awal harus tetap dilakukan secara intens, semua kepala daerah berkoordinasi dengan Forkopimda,” ujar Fakhiri.

Fakhiri menekankan bahwa pencegahan karhutla memerlukan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, Polri, hingga masyarakat. Hal ini krusial agar Papua tidak mengalami dampak kebakaran besar seperti yang pernah terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Selain faktor cuaca, aktivitas pembukaan lahan pertanian menjadi sorotan utama. Fakhiri mengingatkan agar pengembangan sektor pertanian tidak dibarengi dengan metode pembukaan lahan yang berisiko memicu api. Ia meminta masyarakat dan pelaku usaha menghentikan praktik membakar lahan dan beralih ke metode yang lebih aman.

“Dalam pembukaan lahan jangan dengan cara membakar. Kalau bisa dikubur, jangan sampai terjadi kebakaran hutan di Provinsi Papua,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada lagi pembakaran lahan baik oleh individu maupun sektor usaha.

Terkait penanganan kekeringan, Gubernur juga meminta dukungan personel dan peralatan dari TNI-Polri. Fasilitas seperti kendaraan water cannon diharapkan dapat disiagakan untuk membantu distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kita membutuhkan teman-teman TNI-Polri karena ada water cannon. Di samping sebagai garda terdepan, apabila terjadi kekeringan dan masyarakat membutuhkan air, bisa juga digunakan untuk membantu pemerintah,” jelas Fakhiri.

Pemerintah Provinsi Papua kini mulai memetakan wilayah rawan dan membangun sistem komunikasi cepat antarinstansi. Langkah cepat dan kolaboratif ini diharapkan mampu memadamkan potensi api sebelum meluas, serta memastikan kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino hingga akhir tahun. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |