Pascagempa NTT, 923 Sekolah Belajar dari Rumah, 171 Sekolah Daring

4 weeks ago 16
Pascagempa NTT, 923 Sekolah Belajar dari Rumah, 171 Sekolah Daring Siswa korban gempa berada di lokasi pengungsian(Dok Kemendikdasmen)

SEBANYAK 923 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan pembelajaran dari rumah pascagempa, sedangkan 171 sekolah lainnya menerapkan pembelajaran daring.

Selain itu, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka. 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, penerapan berbagai metode pembelajaran tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan murid dan guru. 

Menurutnya, pembelajaran dari rumah dan daring diterapkan karena gempa susulan masih berlangsung serta sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan atau berpotensi membahayakan warga sekolah. Sampai Minggu (22/8), pembelajaran bagi sekitar 116.324 murid terdampak tetap diupayakan berjalan. 

Selain itu, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat yang memberikan fleksibilitas dalam metode dan materi pembelajaran, dengan penekanan pada materi esensial, literasi dan numerasi dasar, serta dukungan psikososial.

“Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama. Kemendikdasmen terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat,” ujarnya. 

Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 20 Agustus 2026, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi atau sekitar 92 persen. 

Dampak tersebut mencakup tujuh kabupaten dengan 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas atau 63,7 persen mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas yang rusak berat atau total. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar, Kemendikdasmen secara bertahap menyiapkan 100 tenda ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Tenda tersebut sedang didistribusikan dan diharapkan mulai digunakan pada pekan berikutnya.

Kemendikdasmen juga menyiapkan 5.000 school kit, 1.500 family kit, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku untuk mendukung kegiatan belajar di wilayah terdampak.

Menurutnya, dukungan sarana, pendampingan psikososial bagi murid dan guru dilakukan bersama Himpunan Psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra perguruan tinggi. Pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pembelajaran masa darurat terus dilakukan hingga kebijakan tersebut berakhir pada 28 Agustus 2026. (PO/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |