Terjerat pinjol.(Dok. Antara)
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, memberikan peringatan keras kepada para dokter muda, khususnya peserta internship FKUI, agar menghindari pinjaman online (pinjol) di tengah tekanan finansial. Pesan ini disampaikan menyusul adanya laporan mengenai sejumlah dokter yang terjerat utang daring hingga kasus bunuh diri akibat masalah ekonomi.
Dalam acara Pelepasan Dokter Internship FKUI 2026 di Jakarta, Jumat (11/9), Slamet mengungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi pemicu utama depresi di kalangan residen. Ia menegaskan bahwa berdasarkan pengecekan organisasi, kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh perundungan (bullying), melainkan tekanan finansial yang berat.
"Yang saya pesan, setidak punya-punyanya uang, jangan sampai terlilit pinjol karena ada laporan ke Ketua IDI dari otoritas keuangan mengenai banyaknya dokter yang terlilit pinjol," ujar Slamet di hadapan para dokter muda.
Slamet juga menyoroti pola pikir mengenai kesejahteraan di profesi medis. Ia mengimbau para dokter muda yang ingin mengejar kekayaan agar tidak mengandalkan pendapatan dari pasien yang sakit, melainkan melalui jalur kewirausahaan atau entrepreneurship.
Menurutnya, profesi dokter spesialis mungkin memberikan kecukupan secara finansial, namun untuk menjadi kaya raya, seorang dokter harus memiliki jiwa bisnis. Ia mencontohkan keberhasilan pendiri Apotek K24 sebagai bukti nyata dokter yang sukses membangun bisnis dari nol hingga memiliki ratusan gerai di seluruh Indonesia.
"Saya mengimbau kalau adik-adik mau spesialis, jangan bermimpi jadi orang kaya. Kalau cukup, iya, tapi kalau kaya, menurut saya tidak. Jadi kalau mau kaya, harus entrepreneurship," tegasnya menutup arahan tersebut. (Z-10)


















































