Ilustrasi--Lifter Indonesia Rizki Juniansyah melakukan angkatan clean and jerk dalam kelas 73 kg putra Olimpiade Paris 2024 di South Paris Arena, Paris, Prancis, Kamis (8/8/2024).(ANTARA/Wahyu Putro A)
KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI), Rosan Roeslani, menetapkan target optimistis untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Cabang olahraga angkat besi diharapkan mampu menyumbangkan setidaknya satu medali emas bagi kontingen Indonesia.
"Insya Allah, mohon dukungannya mudah-mudahan bisa dapat emas dalam Asian Games," ujar Rosan saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Jumat (11/9).
Selain target utama satu medali emas, Rosan menyatakan bahwa PB PABSI tetap membuka peluang untuk menambah pundi-pundi medali dari kategori lain.
"Kalau kami mungkin satu emas lah, Insya Allah. Tapi lainnya mungkin bisa dapat perak dan perunggu," tambahnya.
Kunci Prestasi: Pembinaan Berkelanjutan
Keberhasilan angkat besi Indonesia di kancah internasional, menurut Rosan, bukanlah hasil instan. Hal ini merupakan buah dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sejak 2012.
Meskipun pola latihan ini menuntut kedisiplinan tinggi, hasilnya telah terbukti dengan raihan berbagai prestasi bergengsi, mulai dari gelar juara dunia hingga medali emas di ajang Olimpiade. Rosan menekankan bahwa regenerasi atlet menjadi pilar penting dalam menjaga rantai prestasi tersebut.
PB PABSI secara aktif menjaring bibit baru sejak usia Sekolah Dasar (SD). Melalui kompetisi rutin minimal dua kali setahun untuk kategori SD, SMP, hingga junior, atlet-atlet terbaik diseleksi untuk masuk ke pelatnas jangka panjang.
Keberhasilan Program Jangka Panjang
Salah satu bukti nyata keberhasilan pola pembinaan ini adalah Rizki Juniansyah. Peraih medali emas Olimpiade tersebut telah digembleng di pelatnas sejak usia remaja.
"Rizki itu hasilnya sudah hampir tujuh tahun di pelatnas. Waktu itu, dia umur 14 tahun kami ikutkan pelatnas. Akhirnya bisa dapat emas," terang Rosan.
Berikut adalah ringkasan strategi dan target PB PABSI untuk Asian Games 2026:
| Target Medali Utama | 1 Medali Emas |
| Target Tambahan | Medali Perak dan Perunggu |
| Sistem Pembinaan | Pelatnas berkelanjutan sejak 2012 |
| Regenerasi | Penjaringan sejak usia SD, SMP, dan Junior |
| Frekuensi Kompetisi | Minimal 2 kali dalam setahun |
| Contoh Sukses | Rizki Juniansyah (Masuk Pelatnas sejak usia 14 tahun) |
Dengan pola pembinaan yang terstruktur dan dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat, PB PABSI optimistis tradisi medali angkat besi Indonesia akan terus berlanjut di Aichi-Nagoya 2026. (Ant/Z-1)


















































