Pelatih Garuda Pertiwi Timo Scheunemann.(MI/Khoerun Nadif Rahmat)
PELATIH Timnas Putri U-16 Indonesia, Timo Scheunemann, ingin generasi Garuda Pertiwi yang saat ini dibinanya di ajang Srikandi Merdeka Cup 2026 dapat tampil hingga Piala Dunia. Timnas Putri U-16 Indonesia akan menghadapi Yordania pada semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8).
Timo mengatakan tim Indonesia masih tertinggal dari Tailan karena pembinaan sepak bola putri di Indonesia baru dimulai sekitar tiga tahun lalu. Namun, ia berharap anak asuhnya di Timnas Putri Indonesia U-16, Garuda Pertiwi mampu diandalkan untuk masa depan. "Inilah generasi yang kita harapkan ke depannya," kata Timo kepada pewarta, Kamis (20/8).
Menurut Timo, keberhasilan di kelompok umur tidak hanya diukur dari kemenangan atau gelar juara. Pembinaan pemain menjadi tujuan utama agar generasi tersebut dapat berkembang lebih jauh.
"Makanya saya bilang, lebih daripada sekadar menang atau juara, kita harus membina pemain supaya bisa lebih daripada yang ada sekarang," ujarnya.
Timo menilai perkembangan sepak bola putri Indonesia juga mendapat dorongan dari keberhasilan tim putri senior yang membuat sepak bola putri semakin dikenal. Karena itu, ia berharap generasi muda memiliki target yang lebih tinggi. "Generasi ini ambisinya harus lebih tinggi, setinggi langit, yaitu Piala Dunia," tutur Timo.
Timo juga menilai pertandingan semifinal melawan Yordania penting bagi perkembangan mental pemain. Menurut dia, setiap pertandingan internasional pada kelompok umur memiliki nilai penting untuk pembinaan pemain menuju level senior.
Garuda Pertiwi berhasil menembus babak gugur dengan status juara Grup A seusai meraih hasil sempurna tiga kemenangan atas Arab Saudi (7-0), Malaysia (3-0), dan Hong Kong (1-0).
"Seperti pelatih Yordania katakan, setiap pertandingan itu valuable (berharga). Di kelompok umur ini karena utamanya pembinaan untuk masa depan senior, setiap pertandingan internasional itu sangat penting," ujar Timo.
Timo menilai keberhasilan mencapai semifinal sudah menjadi hadiah tersendiri. Namun, ia berharap anak asuhnya dapat memainkan lima pertandingan hingga partai final agar mendapatkan pengalaman lebih banyak. "Bisa ke semifinal itu hadiah tersendiri. Tujuan saya pribadi adalah anak-anak main lima kali (sampai final) agar mereka punya jam terbang," kata Timo. (Ndf/P-3)













































