Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Terbarukan terus Diperkuat

4 weeks ago 6
Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Sumber Energi Terbarukan terus Diperkuat Para penerima penghargaan Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026.(PLN EPI)

Penggunaan bioenergi untuk mendukung sektor pertanian terus diperkuat melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian sebagai sumber energi terbarukan. Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan hasil samping pertanian agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan dengan membangun ekosistem biomassa yang menghubungkan sektor pertanian dan energi melalui rantai pasok dari hulu hingga hilir. Petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dilibatkan untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa.

Upaya mengintegrasikan bioenergi dengan pemberdayaan sektor pertanian tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui FSII Innovation Award 2026. Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir meraih penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program atas kepemimpinannya dalam mendorong percepatan pengembangan biomassa untuk mendukung transisi energi nasional.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian The 12th Inagritech 2026-Indonesia International Agriculture Technology Expo berdasarkan hasil observasi dan penilaian Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII). Dalam ajang tersebut, Hokkop menjadi salah satu tokoh nasional yang menerima FSII Innovation Award 2026-Agricultural Productivity for Food & Bioenergy bersama sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, dan asosiasi.

Apresiasi tersebut diberikan atas upaya mendorong produksi dan penyerapan biomassa untuk mendukung program cofiring pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pemanfaatan limbah serta residu pertanian sebagai bahan bakar alternatif dinilai mampu mempertemukan kepentingan sektor pertanian dan energi dalam satu rantai nilai.

Selain membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit, pemanfaatan biomassa juga memberikan peluang bagi hasil samping pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal untuk menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

PLN EPI memperkuat pendekatan tersebut melalui pengembangan rantai pasok biomassa yang terintegrasi. Kemitraan dibangun bersama petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan ketersediaan biomassa dengan kualitas dan volume yang sesuai kebutuhan. Model tersebut sekaligus mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di sektor pertanian. Limbah dan residu yang sebelumnya dipandang sebagai hasil samping dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku energi sehingga menghasilkan nilai tambah sekaligus mengurangi potensi limbah.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan penghargaan yang diterima Hokkop menjadi bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan yang mendorong keterhubungan antara pengembangan bioenergi dan pemberdayaan sektor pertanian.

“Sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Mamit.

Menurut Mamit, pengembangan biomassa membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan inovasi sekaligus memastikan penerapannya memberikan manfaat nyata di lapangan.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda modernisasi pertanian yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi pertanian sebagai sumber bahan baku energi terbarukan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi PLN EPI untuk terus memperluas pengembangan ekosistem biomassa nasional. Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” imbuh Mamit.

Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan bakar biomassa untuk program cofiring PLTU, sektor pertanian dan energi dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai yang berkelanjutan. Pengembangan bioenergi tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap percepatan transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE), tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi hasil samping pertanian, membuka peluang pendapatan bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |