Pemecatan Kevin Lamour oleh FIFA Picu Kritik Keras dari UEFA

1 month ago 6
Pemecatan Kevin Lamour oleh FIFA Picu Kritik Keras dari UEFA Logo UEFA(AFP/HAROLD CUNNINGHAM )

KEPUTUSAN FIFA untuk memecat eksekutif senior Kevin Lamour memicu gelombang kritik tajam dari internal sepak bola Eropa. Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, menyebut langkah tersebut mengirimkan "pesan yang sangat mengkhawatirkan" bagi siapa pun yang tengah memperjuangkan perubahan di tubuh otoritas sepak bola dunia tersebut.

Kevin Lamour, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) FIFA, resmi dikonfirmasi meninggalkan posisinya pada Senin (17/8) malam waktu setempat.

Pemecatan ini terjadi hanya berselang dua minggu setelah Lamour merilis pernyataan kontroversial yang menuding administrasi FIFA telah "ditipu" oleh Presiden Gianni Infantino terkait rencana penjualan saham kompetisi kepada investor swasta.

Kritik Tajam Laura McAllister

McAllister, yang juga anggota Komite Eksekutif UEFA dan mantan kapten timnas Wales, memberikan pembelaan terbuka terhadap Lamour. Ia mengenal Lamour sebagai sosok pemimpin olahraga yang terhormat dan teladan saat keduanya bekerja bersama di UEFA, tempat Lamour pernah menjabat sebagai Deputi Sekretaris Jenderal.

"Kevin bukan hanya pemimpin yang sangat berprinsip dan peduli pada sepak bola, tetapi juga pembela nilai-nilai yang seharusnya mendasari semua tindakan kita sebagai penjaga permainan ini," ujar McAllister dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa pemecatan Lamour secara serius melemahkan administrasi FIFA dan merusak peluang untuk mengubah budaya organisasi agar kembali pada nilai-nilai olahraga, bukan sekadar kepentingan komersial dan finansial.

Kontroversi Proyek FFE dan Mosi Tidak Percaya

Ketegangan di internal FIFA memuncak setelah munculnya proposal Fifa Forward Enterprise (FFE), sebuah skema yang disebut UEFA sebagai "kesepakatan ruang belakang yang kumuh dan tidak transparan". FIFA akhirnya membatalkan rencana penjualan saham tersebut pada 1 Agustus, sehari setelah Lamour menyebut skema itu sebagai "proyek satu orang".

Di hari yang sama dengan pembatalan tersebut, penasihat senior Carlos Cordeiro juga mengundurkan diri, yang semakin meningkatkan tekanan terhadap Infantino. Meski demikian, Infantino tetap mendapatkan dukungan dari para eksekutif senior FIFA dalam pertemuan di Maroko, sebuah pertemuan yang tidak dihadiri oleh Lamour.

Poin Kunci Krisis FIFA:

  • Pemecatan: Kevin Lamour dicopot dari jabatan COO FIFA setelah mengkritik transparansi Presiden Gianni Infantino.
  • Oposisi Konfederasi: UEFA, AFC (Asia), dan Concacaf (Amerika Utara) menuduh FIFA melakukan penipuan dan merusak kepercayaan.
  • Boikot Federasi: Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Wales, Republik Irlandia, dan Skotlandia telah menarik dukungan untuk Infantino.

Masa Depan Kepemimpinan Infantino

Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Infantino terus meluas. Selain kecaman dari konfederasi besar, empat asosiasi sepak bola di Britania Raya dan Irlandia telah menyatakan tidak akan memberikan suara untuk pemilihan kembali Infantino sebagai presiden pada awal 2027.

McAllister menegaskan bahwa dunia sepak bola membutuhkan pemimpin yang berani berbicara dan menantang jika diperlukan.

"FIFA bukanlah presiden, FIFA adalah seluruh keluarga sepak bola. Kehilangan pemimpin sekaliber Kevin mengirimkan pesan yang sangat meresahkan bagi kita semua yang mencari perubahan," pungkasnya. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |