Pemadaman kebakaran TPAS Galuga oleh tim gabungan di Cibungbulang, Bogor, Kamis (10/9/2026) .(Antara/M Fikri Setiawan)
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, membangun sejumlah embung darurat di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.
Langkah ini diambil guna mendekatkan sumber air ke titik kebakaran yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung penanganan di lokasi pada Senin (14/9) dini hari. Ia menjelaskan bahwa embung buatan tersebut memiliki kedalaman sekitar satu hingga dua meter dan dilapisi terpal agar pasokan air tetap terjaga.
“Hari ini kami mendekatkan sumber air. Di tengah-tengah TPAS Galuga kami membuat beberapa embung sederhana dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter menggunakan terpal,” ujar Rudy.
Metode pemadaman dilakukan secara bertahap menggunakan mesin pompa air. Air ditarik dari sumber utama yang berjarak sekitar satu hingga dua kilometer menuju embung kedua, lalu disalurkan kembali ke embung ketiga menggunakan mesin pompa alkon.
Langkah ini mendesak dilakukan karena medan di bagian timur TPAS Galuga tidak memungkinkan untuk dilintasi armada pemadam.
“Pemadaman di titik wilayah timur tidak menggunakan mobil damkar, tetapi dari beberapa embung yang kami bentuk menggunakan mesin alkon dan alat berat,” tutur Rudy.
Luas kawasan TPAS Galuga secara keseluruhan mencapai lebih dari 40 hektare. Medan yang terjal dan tertutup tumpukan sampah membuat sejumlah titik hanya bisa diakses dengan berjalan kaki atau menggunakan alat berat.
Tantangan geografis ini dihadapi oleh tim gabungan yang terdiri atas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta relawan.
PENANGANAN KEBAKARAN
Kebakaran yang melanda TPAS Galuga sejak 7 September 2026 ini kini telah memasuki hari kedelapan penanganan. Area terdampak yang awalnya mencakup 5,5 hektare sempat meluas hingga 8,4 hektare pada 8 September.
Upaya pemadaman beruntun dan pendinginan berhasil menyusutkan titik api secara signifikan. Saat ini, area yang masih dalam penanganan tersisa sekitar 1,4 hektare di bagian utara dan 1.000 meter persegi di bagian timur. Adapun pemadaman di area selatan yang dikelola Pemkab Bogor telah dinyatakan selesai.
Untuk mempercepat pemadaman, petugas dikerahkan selama 24 jam nonstop dengan sistem tiga shift. Setiap personel bertugas selama tujuh hingga delapan jam guna menjaga stamina dan kondisi fisik di lapangan.
Selain pemadaman aktif, Pemkab Bogor menyiagakan tim patroli di kawasan pertanian sekitar untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru. Seluruh proses pemadaman ditargetkan tuntas sepenuhnya sebelum 17 September 2026. (Ant/P-2)


















































