Pemkot Bandung Olah Sampah melalui Fasilitas TPSOS Berkapasitas 300 Ton/Hari

3 weeks ago 32
Pemkot Bandung Olah Sampah melalui Fasilitas TPSOS Berkapasitas 300 Ton/Hari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kiri).(Dok Diskominfo Kota Bandung)

PEMERINTAH Kota Bandung bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari di Tempat Pengolahan Sampah Organik dan Sirkular (TPSOS) Gedebage. 

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkot Bandung, Danantara, dan Kemdiktisaintek di Balai Kota Bandung pada Jumat (21/8). Pengembangan fasilitas tersebut merupakan langkah cepat yang dilakukan Pemkot Bandung untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah dengan teknologi baru.

“Telah ada kesepakatan bersama, komitmen bersama antara Pemkot Bandung dengan PT Danantara Development Management Fund dan
Kemdiktisaintek. Dalam hal ini kami akan membangun satu fasilitas pengolahan sampah dengan menggunakan sebuah teknologi yang baru,” terang Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kemarin.

Menurut Farhan, fasilitas tersebut akan dibangun di kawasan Gedebage. Pemkot Bandung bersama pihak terkait sebelumnya telah melakukan survei lokasi dan menilai kawasan tersebut memungkinkan untuk dikembangkan sebagai fasilitas pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari. Langkah tersebut penting karena Kota Bandung selama ini masih bergantung pada fasilitas tempat pemprosesan akhir yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

“Terus terang Kota Bandung itu satu-satunya ibu kota provinsi yang tidak punya TPA. Jadi kami sangat tergantung kepada TPA-TPA yang dibangun oleh provinsi, baik yang di Sarimukti maupun yang sekarang sedang dibangun di Legok Nangka,” ungkapnya.

Farhan menambahkan, proses pembangunan Legok Nangka masih membutuhkan waktu. Karena itu, Kota Bandung perlu bergerak menyiapkan solusi pengelolaan sampah sembari menunggu fasilitas tersebut beroperasi.

“Pak Gubernur memberikan pekerjaan rumah. Sambil menunggu tiga tahun Legok Nangka jadi, kalian bisa bikin apa? Nah, ini salah satu terobosan yang kami lakukan,” tandasnya.

Farhan menargetkan pembangunan dan persiapan fasilitas dapat dipercepat sehingga mulai beroperasi pada akhir 2026 atau awal 2027. Aspek administrasi pemerintahan juga akan segera disiapkan, termasuk finalisasi perubahan anggaran 2026 dan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran 2027. Ia berharap, pengembangan fasilitas di Gedebage menjadi solusi konkret untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah Kota Bandung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa mengatakan, teknologi yang disiapkan mengusung konsep pengolahan sampah secara terdesentralisasi. Sampah tidak seluruhnya perlu dibawa ke tempat pembuangan akhir, tetapi dapat diselesaikan di wilayah masing-masing.
Ini adalah solusi yang disebut desentralisasi. "Artinya tidak perlu dibawa ke TPA, tempat penimbunan akhir, tapi kita selesaikan di regional masing-masing. Teknologi ini akan memproses sampah menjadi Solid Recovered Fuel (SRF), material dengan nilai kalor tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk refinery, pabrik, maupun boiler."

"Konsep tersebut tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Teknologi yang dipilih juga harus memenuhi aspek lingkungan dan sosial. Salah satunya dengan memastikan proses pengolahan tidak menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat sekitar. Kita pastikan teknologi yang kita pilih adalah teknologi yang ter-contained dan ter-capture sehingga tidak ada bau yang mengganggu lingkungan sekitarnya,” paparnya.

Dari sisi investasi, Sigit menyebut nilai pembangunan fasilitas berkapasitas 300 ton per hari masih dalam tahap penghitungan finansial. Berdasarkan proses benchmarking, kebutuhan investasi diperkirakan berada pada kisaran Rp50 miliar hingga Rp60 miliar. Fasilitas di Gedebage menjadi tahap awal atau pilot project. Apabila berhasil, konsep serupa dapat dikembangkan di lokasi lain, termasuk di sejumlah sub wilayah kota (SWK) di Kota Bandung dan daerah lainnya.

Sementara itu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto menerangkan, pengembangan teknologi tersebut merupakan bagian dari dukungan perguruan tinggi dalam mempercepat penyelesaian persoalan sampah di berbagai wilayah Indonesia. Perguruan tinggi melakukan berbagai kajian untuk mendapatkan pendekatan teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan daerah. Hal tersebut sesuai arahan Presiden, perguruan-perguruan tinggi melakukan berbagai kajian untuk mendukung percepatan penyelesaian sampah yang ada di berbagai wilayah Indonesia.

"Teknologi yang dikembangkan memproses sampah organik maupun non-organik melalui pendekatan yang berbeda, termasuk pemanfaatan maggot untuk sampah organik dan SRF untuk material yang dapat diolah menjadi bahan bakar. Kajian tersebut juga memperkaya teknologi yang telah dikembangkan di sejumlah negara, termasuk Turki, untuk mendapatkan teknologi yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Kota Bandung," ucapnya.

Ini kata Brian, tahap awal sebagai pilot project. Kalau ini bisa berhasil, pihaknya berharap setiap SWK juga bisa dilakukan pembangunannya sehingga penyelesaian sampah di Kota Bandung ini harapannya bisa diselesaikan dan akan menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain.

Brian berharap, kolaborasi antara Pemkot Bandung, Kemdiktisaintek, Danantara, serta perguruan tinggi dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat direplikasi di daerah lain.

Pengembangan fasilitas pengolahan sampah di TPSOS Gedebage diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terdesentralisasi di Kota Bandung, dengan kapasitas awal hingga 300 ton sampah per hari dan target operasional pada awal 2027. (AN/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |