Pemkot Bontang Gelar Bimbingan Pranikah untuk Bangun Keluarga Tangguh

18 hours ago 1
Pemkot Bontang Gelar Bimbingan Pranikah untuk Bangun Keluarga Tangguh Pemkot Bontang gelar Bimbingan Pranikah (Bimwin Catin) bagi 32 pasangan.(Dok Diskominfo Kota Bontang)

PEMERINTAH Kota Bontang, Kalimantan Timur, terus berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga melalui penyelenggaraan Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) se-Kota Bontang. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung MUI Kota Bontang, Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, pada Rabu (22/7) pagi, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat, mewakili Wali Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Anwar Sadat menekankan bahwa pernikahan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, calon pengantin dituntut memiliki kesiapan yang matang, mencakup aspek ekonomi, ilmu pengetahuan, mental, hingga spiritual.

"Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul. Mempersiapkan calon pengantin berarti berinvestasi dalam meningkatkan ketahanan keluarga sebagai pilar pembangunan Kota Bontang," tegas Anwar sebagaimana dikutip dari laman web PPID Kota Bontang.

Bimbingan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membekali pasangan dengan pemahaman mendalam mengenai kehidupan berumah tangga, mulai dari komunikasi harmonis, pengelolaan konflik, kesehatan reproduksi, hingga penanaman nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Sinergi GKS dan Pemerintah Kota

Ketua Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang, Ustadz Muhammad Amir, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan hari kedua dari rangkaian pembinaan kolaboratif antara GKS dan Pemkot Bontang. Sebanyak 32 pasangan hadir dari total 50 pasangan yang diundang melalui tiga wilayah Kantor Urusan Agama (KUA) di Bontang.

Menariknya, selain calon pengantin, terdapat dua pasangan suami istri yang telah menikah namun belum memiliki sertifikat bimbingan perkawinan yang turut serta dalam kegiatan ini. "Kami ingin memastikan setiap pasangan memiliki bekal cukup agar mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitas, dan tangguh," kata Amir.

Untuk memberikan materi yang komprehensif, DP3AKB melalui GKS menghadirkan lima narasumber dari berbagai instansi, antara lain:

  • Dinas Kesehatan (materi kesehatan reproduksi).
  • Kementerian Agama dan KUA (hak dan kewajiban suami istri serta nilai keagamaan).
  • Ustadz Hartono dan Ustadz Jhony Rifai (ketahanan keluarga dan komunikasi).

Respons Positif Peserta

Salah satu peserta, Ainun (23) dari KUA Bontang Selatan, menyatakan bahwa kegiatan ini membuka perspektif baru baginya. Ia menyadari bahwa persiapan pernikahan jauh lebih luas daripada sekadar urusan administrasi atau resepsi.

"Materi yang disampaikan sangat menambah bekal kami. Ternyata yang lebih penting adalah bagaimana membangun komunikasi, memahami hak dan kewajiban, serta menjaga keharmonisan keluarga," ungkap Ainun.

Informasi Tambahan: Rangkaian kegiatan ini telah dimulai sehari sebelumnya dengan sasaran siswa kelas XII SMA dan SMK se-Kota Bontang. Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran dini mengenai pentingnya kesiapan membentuk keluarga berkualitas sejak usia sekolah.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat meminimalkan konflik rumah tangga sekaligus mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera melalui penguatan unit terkecil, yaitu keluarga. (RO/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |