Tim SAR gabungan mengevakuasi 15 penumpang selamat dan satu jenazah korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Senin (14/9/2026) .(Antara/Bayu Pratama S)
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 22 armada laut dan udara untuk mencari 129 korban yang masih hilang dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kapal tersebut membawa total 243 penumpang saat dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengungkapkan, operasi SAR hari kedua memperkuat tim pencari dengan menambah tujuh armada dari sebelumnya 15 armada.
Operasi ini melibatkan gabungan unsur Basarnas, TNI AL, Kepolisian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta potensi SAR lainnya.
“Pada operasi SAR memasuki hari kedua, di armada udara kami mengerahkan langsung lima armada pesawat dan helikopter,” kata Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9).
Unsur udara yang diturunkan meliputi helikopter Basarnas HR 36012, helikopter AS-365 Mabes Polri, pesawat CN-235 TNI AL, helikopter Panther HS 1310 TNI AL, dan pesawat Cessna 208 Caravan milik BNPB.
Sementara itu, 17 armada laut terdiri atas KN SAR Laksamana 241 Banjarmasin, KN SAR Wisanggeni 236 Balikpapan, KN SAR Kamajaya 104 Makassar, KN SAR Permadi 249 Surabaya, Rigid Bouyancy Boat (RBB) Palangkaraya, KRI Nala, KRI Pulau Fani, KRI Canopus, dan KRI I Gusti Ngurah Rai.
Armada pendukung lain yang disiagakan yakni KP Laksamana 7012, KP Orca 06, KN Kunyit, KAL Kumai II, MV Haida, KM Cahaya Bahari Jaya, MT Mauhuw IX, serta TB Transcoal Pacific.
Hingga saat ini, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah berhasil ditemukan, dengan rincian 108 selamat dan enam meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 korban (85 selamat dan satu meninggal) telah dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Petugas hingga kini masih terus menyisir lokasi untuk menemukan 129 korban yang tersisa. (Ant/P-2)


















































