Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.(Dok. Antara)
TIM SAR gabungan kembali menemukan satu buah pelampung (life jacket) berwarna oranye dalam operasi hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau, Jumat (11/9). Penemuan ini menjadi petunjuk baru dalam misi pencarian yang dipusatkan di perairan Selat Sunda.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa pelampung tersebut ditemukan oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer pada pukul 14.45 WIB. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pelindo Ciwandan sejak pagi hari untuk melakukan penyisiran di area terdampak.
"KAL Anyer menemukan kembali satu buah life jacket yang berwarna oranye. Kapal telah sandar kembali di Dermaga Ciwandan, saat ini sudah serah terima ke teman-teman Kantor SAR yang ada di Posko Anjungan," ujar Al Amrad dilansir dari Antara, Jumat (11/9).
Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menjelaskan bahwa posisi penemuan berada di sebelah timur Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 16,2 Nautical Mile (NM). Lokasi ini berada di arah barat daya dari titik penemuan pelampung pertama sebelumnya.
Meski demikian, Wawan menegaskan bahwa temuan ini masih dalam proses identifikasi oleh pihak Polairud dan Polri. Petugas belum bisa memastikan apakah pelampung tersebut milik rombongan jurnalis yang hilang atau bukan.
Peristiwa hilangnya rombongan ini bermula pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang adalah M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firdaus Wajidi (Anadolu), dan Donal Husni (pewarta foto lepas). Selain mereka, terdapat tiga orang lainnya di dalam kapal yang terdiri dari nakhoda, ABK, dan seorang pemandu.
Operasi pencarian hingga kini masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan kepolisian guna menyisir area yang lebih luas di sekitar perairan Banten. (iAnt/Z-10)


















































