Penemuan Cloud 9: Para Astronom Berhasil Menemukan Galaksi Tanpa Bintang Pertama?

3 weeks ago 3
 Para Astronom Berhasil Menemukan Galaksi Tanpa Bintang Pertama? Gambar kandidat galaksi tanpa bintang Cloud-9 seperti yang dilihat oleh HiPERCAM(Trujillo, dkk, CC BY 4.0)

SEBAGIAN besar objek di alam semesta selalu memancarkan jejak cahaya. Namun, sebuah objek antariksa yang berjarak sekitar 14 juta tahun cahaya dari Bumi justru menunjukkan keheningan total. Objek tersebut bernama Cloud 9, yang kini menjadi kandidat terkuat sebagai galaksi tanpa bintang atau "galaksi gagal" pertama yang pernah ditemukan manusia.

Objek antariksa ini terletak di dekat galaksi spiral Messier 94 (M94). Cloud 9 memiliki kandungan gas hidrogen melimpah dengan massa diperkirakan mencapai 1 juta kali massa matahari, serta diselimuti materi gelap dengan massa 5 juta kali massa matahari. Meski memiliki bahan baku yang melimpah untuk melahirkan bintang, Teleskop Luar Angkasa Hubble dan pengamatan astronomi mendeteksi bahwa Cloud 9 hampir tidak memancarkan cahaya bintang sama sekali.

Ketua tim penelitian dari Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC) Spanyol, Ignacio Trujillo, mengungkapkan kekagumannya saat mengamati kawasan gelap tersebut.

"Sebagian besar objek di alam semesta meninggalkan beberapa jejak cahaya. Cloud 9 tidak. Keheningan itu, dengan caranya sendiri, adalah hasil paling menarik yang bisa kami dapatkan," ujar Trujillo.

Ia menambahkan bahwa kondisi tanpa cahaya bintang ini sangat mengejutkan bagi para ilmuwan. "Ketika Anda melihat gambar yang mencapai kedalaman tersebut dan tidak melihat apa-apa di tempat yang seharusnya berisi struktur berkandungan gas sejuta massa matahari, itu sungguh luar biasa," tutur Trujillo.

Pembuktian Lewat Teleskop Optik Terbesar

Untuk menguji sifat asli objek ini, Trujillo dan timnya mengamati Cloud 9 menggunakan kamera HiPERCAM pada Gran Telescopio Canarias, yang merupakan teleskop optik terbesar di dunia. Langkah ini menghasilkan citra terdefinisi paling dalam yang pernah diambil di wilayah Cloud 9, sekitar sepuluh kali lebih dalam dibandingkan pencitraan optik mana pun sebelumnya.

"Jujur saja, kedalaman yang kami capai dengan HiPERCAM hanya dalam waktu integrasi 2,36 jam sangat mengejutkan," kata Trujillo. "Hasilnya jelas: kami tidak mendeteksi emisi bintang sama sekali di wilayah yang sesuai dengan lokasi Cloud 9."

Berdasarkan analisis tersebut, para peneliti menetapkan batas atas massa bintang total di Cloud 9 hanya sebesar 16.000 massa matahari, yang menegaskan sifatnya yang nyaris tanpa bintang. Trujillo menjelaskan bahwa kombinasi antara ketersediaan gas tanpa adanya bintang di lingkungan yang tergolong normal membuat Cloud 9 menjadi kandidat galaksi gelap yang sangat kuat.

Mengapa Sebuah Galaksi Bisa "Gagal"?

Konsep mengenai galaksi tanpa bintang sejatinya telah diprediksi secara teoritis selama puluhan tahun, tetapi pembuktian lewat observasi langsung sangat sulit ditemukan. Para ilmuwan memiliki penjelasan kuat mengenai bagaimana sebuah galaksi dapat terbentuk tanpa melahirkan bintang.

"Penjelasan teoritis utama melibatkan radiasi latar belakang ultraviolet yang meresap di alam semesta," jelas Trujillo. "Setelah era reionisasi, medan radiasi ini memanaskan gas dalam halo materi gelap bermassa rendah hingga mencapai suhu yang cukup tinggi sehingga gas tidak dapat mendingin secara efisien dan runtuh untuk membentuk bintang."

Dalam skenario kosmologi standar, galaksi tanpa bintang seperti Cloud 9 bukanlah anomali yang aneh, melainkan hasil prediksi alami yang melimpah. Tantangan utamanya selama ini hanyalah menemukan keberadaan mereka di luasnya jagat raya. Penemuan Cloud 9 kini membuka jendela baru bagi para astronom untuk memahami peran materi gelap serta proses awal pembentukan galaksi di alam semesta. (space/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |