Pengakuan Sopir Transjakarta Kecelakaan di Gatot Subroto: Mengantuk karena Berduka

2 weeks ago 8
 Mengantuk karena Berduka Bus Transjabodetabek jurusan Blok M - Bandara Soekarno Hatta berada di Stasiun Kereta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (9/6/2026).(ANTARA/Muhammad Iqbal)

Insiden kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta di Koridor 9 rute Pinang Ranti-Pluit terjadi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026) pagi. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan kerusakan bus viral di media sosial.

Dalam unggahan akun Instagram @aboutdkj, terlihat salah satu bus mengalami kerusakan cukup serius pada bagian kaca depan yang pecah setelah menabrak bagian belakang bus di depannya. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa pramudi bus tersebut diduga mengantuk karena sedang dalam suasana duka.

Penyebab Kecelakaan: Sopir Kurang Tidur

Pihak Mayasari Bakti (MYS), selaku operator mitra PT Transjakarta, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Kadepo Pool Cijantung MYS, Dadan Sutaprana, membenarkan bahwa pengemudi bus yang menabrak dalam kondisi mengantuk saat berkendara.

"Jadi pramudi tersebut memang betul mengantuk, itu yang utamanya," ujar Dadan saat dikonfirmasi pada Kamis siang.

Dadan menjelaskan, sopir bernama Salamudin tersebut kurang tidur karena sebelumnya harus begadang setelah salah satu anggota keluarganya, yakni budenya, meninggal dunia. Kondisi fisik yang tidak prima akibat kelelahan di rumah duka diduga menjadi pemicu utama hilangnya konsentrasi saat mengemudi.

Sopir Tidak Melapor Kondisi Fisik

Pihak manajemen menyayangkan sikap sopir yang tidak berterus terang mengenai kondisinya sebelum mulai beroperasi. Dadan menegaskan bahwa perusahaan memiliki prosedur untuk mengganti pramudi jika yang bersangkutan merasa tidak fit atau tidak mampu membawa unit.

"Padahal, kalau dia jujur bilang ke saya atau dia sebut bahwa dia enggak kuat bawa unit, enggak kuat untuk operasi, jangan memaksakan. Kan ada sopir pengganti, pramudi pengganti," tegas Dadan.

Menurut Dadan, Salamudin hanya memberikan informasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada atasannya bahwa ada anggota keluarga yang meninggal dunia, namun tidak menyatakan bahwa dirinya tidak sanggup bekerja karena mengantuk.

Kondisi Korban dan Kerusakan Bus

Meski melibatkan benturan yang cukup keras hingga memecahkan kaca depan, Dadan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Kerusakan utama dialami oleh bus yang menabrak, sementara bus yang ditabrak hanya mengalami kerusakan ringan.

"Kaca depannya retak lah (untuk bus yang menabrak). Kalau yang ditabrak sih pantatnya ya, ada baret-baret gitu. Kalau kerusakan mah enggak terlalu parah," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |