Boni Hargens(Dok Antara)
ANALIS politik dan hukum Boni Hargens mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melindungi industri tekstil nasional dari gempuran barang impor ilegal, serta inovasi Polri yang membentuk Desk Ketenagakerjaan.
Boni menilai pembentukan Desk Ketenagakerjaan oleh Polri bukan sekadar inovasi prosedural birokrasi, melainkan langkah strategis penegakan hukum yang konkret.
"Desk ini merupakan konkretisasi nyata dari komitmen Polri dalam menegakkan hukum di sektor ketenagakerjaan, yang pada saat yang sama mencerminkan komitmen moral institusi untuk berpihak pada nasib para buruh domestik serta mendukung kebijakan pemerintah dalam penguatan industri dalam negeri," ujar Boni, Rabu (16/9).
Boni mengatakan integrasi ketegangan pengawasan impor ilegal dan perbantuan sengketa buruh membuktikan bahwa negara mulai mengambil posisi yang jauh lebih tegas dalam melindungi ekosistem industri manufaktur nasional dan hak-hak pekerja lokal.
Sebelumnya, Listyo menegaskan komitmen institusinya untuk mengusut akar masalah penekanan industri tekstil, yakni memperketat pengawasan di pintu masuk pelabuhan, kelengkapan dokumen impor, hingga peredaran barang ilegal di pasar domestik.
Hal tersebut disampaikan Listyo pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (FSP TSK) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9).
"Pengawasan akan diperketat secara menyeluruh. Tiga ancaman utama industri tekstil nasional, peredaran barang impor ilegal, tekanan ekonomi global, dan lonjakan impor tak terkendali harus ditangani secara simultan melalui pendekatan lintas kementerian dan lembaga," ujar Listyo. (E-4)


















































