Penguatan GRC Didorong untuk Hadapi Perubahan dan Pertumbuhan Bisnis

4 days ago 3
Penguatan GRC Didorong untuk Hadapi Perubahan dan Pertumbuhan Bisnis ilustrasi(Antara)

Penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan di lingkungan perusahaan kembali mendapat pengakuan melalui ajang Top GRC Awards 2026. PT Pos Properti Indonesia (Pospro) meraih penghargaan kategori Bintang 4, sementara Direktur Pos Properti Indonesia Nina Risnasari memperoleh penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026.

Top GRC Awards 2026 merupakan penyelenggaraan ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2019. Ajang tersebut diselenggarakan Majalah TOP Business bersama Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA, ICoPI, Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), dan LKN Astacita.

Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC. Tema tersebut menekankan pentingnya merancang aspek keberlanjutan sejak awal dan mengintegrasikannya ke dalam strategi, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, serta pemanfaatan data dan teknologi.

Kriteria penilaian pada tahun ini juga disempurnakan dan dikelompokkan ke dalam empat variabel utama yang menggambarkan perjalanan kematangan Governance, Risk and Compliance (GRC), yakni Value and Business Impact, Governance and Integration, GRC Execution Excellence, serta Continuous Maturity.

GRC sebagai Bagian dari Strategi Bisnis

Dalam proses penjurian, Nina memaparkan perjalanan penguatan GRC di Pos Properti melalui sesi presentasi bertema Driving Adaptive GRC for Continuous Growth di hadapan Dewan Juri Top GRC Awards 2026 pada Jumat.

Dalam presentasinya, Nina menjelaskan bahwa GRC di Pos Properti tidak hanya ditempatkan sebagai instrumen pemenuhan regulasi dan pengendalian risiko. Menurut dia, GRC juga diperlukan untuk membantu perusahaan beradaptasi terhadap perubahan bisnis, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, dan mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

“Bagi kami, GRC bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi atau pengendalian risiko,” ujar Nina.

Nina juga memaparkan perkembangan penerapan GRC di Pos Properti, mulai dari pembangunan fondasi tata kelola, integrasi manajemen risiko dan kepatuhan, penguatan pengendalian internal, pemanfaatan teknologi, hingga pembangunan budaya sadar risiko. 

"Perusahaan juga menyusun roadmap untuk meningkatkan tingkat kematangan GRC pada tahap berikutnya," tuturnya.

Menurut Nina, keberagaman profil bisnis yang dijalankan Pos Properti membuat penerapan GRC perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lini usaha. Pendekatan tersebut diperlukan agar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan tidak hanya berjalan sebagai fungsi administratif, tetapi dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika bisnis perusahaan. (E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |