REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan akses penyeberangan Ketapang–Gilimanuk ditutup sementara dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Hari besar umat Hindu itu jatuh pada Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, pengaturan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk telah dilakukan lebih awal untuk mencegah penumpukan. Koordinasi dilakukan bersama jajaran Polda Jawa Timur dan otoritas pelabuhan agar arus tetap terkendali sebelum penutupan diberlakukan.
“Per pukul 17.00 (Rabu) saya mendapat laporan dari Dirlantas Polda Jawa Timur dan Kapolda di Ketapang bahwa akses menuju Gilimanuk telah ditutup,” kata Agus di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Ia menambahkan petugas juga menutup akses dari Gilimanuk menuju Ketapang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Langkah ini menjadi bagian dari pengaturan lalu lintas lintas provinsi selama momentum hari besar keagamaan.
Korlantas memastikan kendaraan yang telah berada di sekitar pelabuhan diarahkan masuk ke buffer zone. Upaya ini dilakukan untuk menghindari antrean panjang di jalur menuju pelabuhan.
“Dari Gilimanuk alhamdulillah sudah clear, tidak ada antrean, seluruh kendaraan sudah masuk buffer zone,” ujar Agus.
Di luar pengaturan penyeberangan, Korlantas juga memantau kondisi arus mudik di jalur tol dan arteri. Pada malam puncak arus mudik, pergerakan kendaraan terpantau padat di sejumlah ruas utama.
Rekayasa lalu lintas seperti one way nasional dan contraflow diterapkan untuk menjaga kelancaran arus. Pengaturan ini dilakukan berdasarkan evaluasi data lalu lintas serta pemantauan langsung di lapangan.
Arus kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah tercatat padat namun tetap terkendali. Setelah memasuki jalur one way, kendaraan dapat melaju lebih lancar hingga wilayah Jawa Tengah.
Korlantas mencatat volume kendaraan meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Proyeksi jumlah kendaraan pada puncak arus mencapai sekitar 250 ribu unit.
Pengendalian arus mudik juga ditopang pengamanan di berbagai titik, termasuk pos pelayanan dan pos pengamanan. Langkah ini berkontribusi terhadap penurunan angka fatalitas kecelakaan selama periode mudik.
Arus mudik masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan dengan sisa pergerakan kendaraan yang cukup besar. Korlantas memastikan seluruh skenario pengamanan terus disesuaikan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.
Korlantas juga menyiapkan langkah antisipasi untuk arus balik dengan memanfaatkan tol fungsional di sejumlah wilayah. Pengamanan turut mencakup aspek kamtibmas di lingkungan permukiman yang ditinggalkan pemudik.

4 hours ago
3

















































