Direktur Utama I.League, Ferry Paulus (kedua kanan).(MI/Khoerun Nadif Rahmat)
PT Liga Indonesia Baru (I.League) mengizinkan suporter tim tamu hadir dalam kompetisi Super League 2026/2027. Namun, kehadiran suporter away tetap mempertimbangkan tingkat rivalitas dan aspek keamanan pertandingan.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus mengatakan kebijakan tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru dan disampaikan kepada para pemilik klub. Suporter tamu nantinya berada dalam tanggung jawab klub masing-masing.
"Suporter away sudah diizinkan dengan catatan. Yang paling signifikan, tanggung jawab sepenuhnya ada di suporter di bawah pengendalian klub itu sendiri," kata Ferry dalam konferensi pers, Rabu (26/8).
Ia menjelaskan kebijakan tersebut mengacu pada statuta yang telah diratifikasi. Setiap persoalan yang muncul terkait suporter menjadi tanggung jawab klub. Meski demikian, Ferry menyebut laga dengan rivalitas tinggi tetap menjadi perhatian. Menurut dia, kepolisian berpotensi melarang kehadiran suporter tamu jika pertandingan dinilai memiliki risiko keamanan. "Yang masih punya rivalitas tinggi, bukan hanya kita membuat regulasi. Saya punya keyakinan pihak kepolisian juga akan melarang," ujarnya.
Ferry mengatakan keputusan membuka kembali akses suporter away juga didasarkan pada pengalaman hubungan antarsuporter dalam sejumlah pertandingan sebelumnya.
Ia mencontohkan suporter Persebaya yang datang ke Jakarta dan Jakmania yang berkunjung ke Surabaya. Hubungan antarsuporter dari klub lain juga disebut dapat berlangsung tanpa persoalan. "Modal itulah yang kita sampaikan ke FIFA dan terutama ke PSSI untuk bisa diberikan izin ini," tutur Ferry.
I.League selanjutnya akan melakukan evaluasi dari pertandingan ke pertandingan, terutama melalui penguatan, pendampingan, dan asistensi kepada klub. Sementara itu, Ferry menegaskan kewenangan pemberian sanksi terhadap pelanggaran suporter berada pada Komite Disiplin (Komdis) atau badan yudisial lainnya. "Sejatinya hukuman itu bukan ada di kami, hukuman itu adanya di Komdis atau di badan yudisial lainnya," katanya.
Dengan kebijakan tersebut, suporter tim tamu diperbolehkan hadir pada Super League 2026/2027 dengan sejumlah regulasi yang telah ditetapkan. Namun, pertandingan dengan rivalitas tinggi tetap menjadi perhatian dalam penerapannya. (Ndf/P-3)


















































