Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Meningkatkan Keberhasilan Bayi Tabung

3 weeks ago 34
Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Meningkatkan Keberhasilan Bayi Tabung Ilustrasi bayi tabung. Kini AI atau kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu dokter dalam mengambil keputusan medis selama program bayi tabung(Magnific)

BAYI tabung (IVF) kini memasuki babak baru dengan integrasi Artificial Intelligence (AI). Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, menjelaskan bahwa AI kini berperan krusial dalam memberikan rekomendasi pada dokter untuk mengambil keputusan medis yang lebih akurat selama proses bayi tabung.

Menurut Prof. Budi, penggunaan teknologi ini mencakup seluruh tahapan krusial, mulai dari pemilihan sperma hingga pemantauan perkembangan embrio. "Sekarang kita bisa pilih sperma dengan teknologi, embrionya pun dibesarkan dan dipilih dengan teknologi, dengan artificial intelligence," ujarnya dalam temu media di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Bagaimana AI Bekerja dalam Proses Seleksi Embrio?

Salah satu tantangan terbesar dalam program bayi tabung adalah menentukan embrio mana yang memiliki peluang tertinggi untuk menempel di rahim (implantasi). AI hadir untuk memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan objektif, sesuatu yang sulit dilakukan secara manual oleh mata manusia.

Berikut adalah cara kerja AI dalam memberikan rekomendasi pada proses bayi tabung:

  • Analisis Ritme Pembelahan Sel: AI mengukur setiap ritme pembelahan sel secara mikroskopis. Hal ini dilakukan untuk memprediksi potensi implantasi tertinggi berdasarkan pola perkembangan sel yang ideal.
  • Seleksi Genetik: Teknologi ini membantu menyeleksi embrio dengan kualitas genetik terbaik, memastikan kromosom dalam kondisi normal.
  • Pelacakan Rekam Jejak (Track Record): Berbeda dengan pengamatan konvensional yang hanya berupa "tangkapan gambar" sesaat, AI mampu menganalisis seluruh riwayat perkembangan embrio secara mendalam.

"Kalau dengan mata biasa, kita hanya bisa menjepret saja, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan embrio ini. Tapi dengan bantuan AI kita dapat mengetahui secara kuat track record dari embrio," jelas Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tersebut.

Teknologi Pendukung: PGT dan Inkubator Cerdas

Selain AI, terdapat dua teknologi utama yang kini semakin masif digunakan dalam praktik bayi tabung untuk meminimalisir risiko kegagalan:

Teknologi Fungsi Utama
Pre-Implantation Genetic Testing (PGT) Menyeleksi dan memastikan embrio memiliki kromosom normal sebelum ditanam, guna menyingkirkan kelainan bawaan berat.
Inkubator Cerdas (Time-Lapse) Memantau pembelahan embrio secara berkelanjutan tanpa perlu mengeluarkannya dari inkubator, sehingga suhu dan lingkungan tetap stabil.

Meskipun AI memberikan data yang sangat akurat, Prof. Budi yang berpraktik di RS Pondok Indah menekankan bahwa teknologi ini hanyalah alat bantu atau pemberi rekomendasi. Keputusan akhir mengenai tindakan medis tetap berada di tangan dokter spesialis.

"Kita tidak mungkin bilang kepada pasien bahwa AI yang memutuskan. Pembuat keputusan tetap adalah dokter," tegasnya. Ia menambahkan bahwa AI tidak akan menggantikan posisi dokter, namun dokter yang tidak mengadopsi perkembangan teknologi akan tertinggal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Ant/H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |