Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(IRNA)
PEMERINTAH Iran memperingatkan negara-negara di dunia agar tidak ikut dalam kampanye perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap negaranya. Teheran menyampaikan negara mana pun yang turut menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran akan dianggap sebagai musuh.
Peringatan tersebut disampaikan ketika Washington mendorong negara-negara sekutunya untuk bergabung dalam strategi baru Presiden AS Donald Trump guna mengisolasi perekonomian Iran. Pada saat yang sama, operasi militer AS terhadap Iran disebut terus berlangsung dan mendekati bulan keenam. Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, menyampaikan peringatan tersebut dalam siaran televisi pemerintah Iran.
"Kami menyatakan kepada semua negara. Jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat," kata Rezai dilansir AFP, Minggu (23/8). "Negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh," tambahnya.
Rezai juga memperingatkan negara-negara yang memilih tetap mengikuti kebijakan Washington. Menurut dia, apabila negara-negara tersebut tidak bersedia menjauhkan diri dari Amerika Serikat, Iran akan mengambil langkah yang dapat merugikan kepentingan mereka.
Rezai menegaskan bahwa Iran masih memiliki sejumlah pilihan dalam menghadapi Amerika Serikat. Ia bahkan mengeklaim Teheran sejauh ini belum menyerang kepentingan ekonomi AS.
"Sejauh ini, kami hanya menargetkan pangkalan militer, tapi jika mereka ingin menjatuhkan sanksi ekonomi kepada kami, Amerika Serikat memiliki perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran maupun di tempat lain, dan kami akan menyerang perusahaan-perusahaan tersebut," kata Rezai.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran membuka kemungkinan memperluas sasaran apabila Washington meningkatkan tekanan ekonomi melalui sanksi.
Rezai juga menyampaikan peringatan langsung kepada Trump terkait konsekuensi apabila AS mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Iran. "Jika Trump mengambil tindakan, konfrontasi kami akan bagaikan gempa bumi," kata Rezai.
AS Dorong Isolasi Ekonomi Iran
Sebelumnya, Washington meminta pemerintah sejumlah negara untuk ikut dalam upaya mengisolasi perekonomian Iran. Tiongkok menjadi salah satu negara yang menjadi perhatian utama AS karena Beijing merupakan salah satu mitra strategis dan perdagangan penting bagi Teheran.
Namun, Tiongkok menolak inisiatif tersebut. Beijing mengkritik kebijakan Washington dengan menilai sanksi ekonomi AS tidak akan menyelesaikan konflik yang berlangsung di Timur Tengah. Di tengah tekanan tersebut, salah satu mitra dagang utama Iran, Emirat Arab, mengambil langkah berbeda.
Pada Selasa (18/8), UEA mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah tersebut berpotensi semakin menekan perekonomian Iran, sementara Teheran kini berupaya menghadapi kombinasi tekanan militer dan ekonomi dari Washington.
Peringatan Rezai menunjukkan bahwa Iran tidak hanya memandang sanksi AS sebagai ancaman ekonomi, tetapi juga memperingatkan negara lain bahwa keterlibatan mereka dalam kampanye tersebut dapat membuat mereka masuk dalam daftar pihak yang dianggap sebagai musuh oleh Teheran. (AFP/Fer/P-3)


















































