Perdagangan Malaysia Juli 2026 Naik 37,3 Persen Jadi Rp1.606 Triliun

11 hours ago 8
Perdagangan Malaysia Juli 2026 Naik 37,3 Persen Jadi Rp1.606 Triliun Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung arus perdagangan dan kegiatan ekonomi Malaysia.(The Star)

PERDAGANGAN Malaysia pada Juli 2026 melonjak 37,3% secara tahunan menjadi rekor bulanan 364,74 miliar ringgit atau sekitar Rp1.606 triliun. Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan ekspor berbagai produk manufaktur, pertanian, dan pertambangan, demikian laporan media terkemuka Malaysia, The Star, Kamis (20/8).

Data Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia menunjukkan ekspor Juli tumbuh 38% secara tahunan menjadi 193,6 miliar ringgit atau sekitar Rp852,4 triliun. Sementara itu, impor meningkat 36,4% menjadi 171,14 miliar ringgit atau sekitar Rp753,5 triliun.

Dengan demikian, surplus perdagangan Malaysia mencapai 22,46 miliar ringgit atau sekitar Rp98,9 triliun. Surplus tersebut memperpanjang tren positif menjadi 75 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Perhitungan rupiah menggunakan kurs indikatif sekitar Rp4.403 per 1 ringgit Malaysia berdasarkan kurs MYR/USD sekitar 0,2468 dan rupiah sekitar Rp17.840 per dolar AS. Kurs dapat berubah.

Ekspor Elektronik Jadi Penopang

Pertumbuhan nilai ekspor terutama didorong semikonduktor serta produk listrik dan elektronik (E&E) bernilai tinggi. Permintaan terhadap kelompok produk tersebut melonjak 51% menjadi 95,65 miliar ringgit atau sekitar Rp421,1 triliun dibandingkan Juli 2025.

Ekspor mesin, peralatan, dan suku cadang juga meningkat 41,6% menjadi 9,65 miliar ringgit atau sekitar Rp42,5 triliun. Ekspor produk minyak naik 26,9% menjadi 10,31 miliar ringgit atau sekitar Rp45,4 triliun.

Sementara itu, ekspor peralatan optik dan ilmiah tumbuh 36,2% menjadi 7,64 miliar ringgit atau sekitar Rp33,6 triliun. Ekspor minyak sawit dan produk pertanian berbasis minyak sawit meningkat 7,8% menjadi 7,25 miliar ringgit atau sekitar Rp31,9 triliun.

Ekspor ke Tiongkok Cetak Rekor

Dari sisi pasar, ekspor Malaysia ke negara-negara ASEAN meningkat 28,8% menjadi 56,06 miliar ringgit atau sekitar Rp246,8 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang ekspor produk E&E serta mesin, peralatan, dan suku cadang.

Ekspor ke Tiongkok mencatat nilai tertinggi sepanjang sejarah setelah tumbuh 30,2% menjadi 20,59 miliar ringgit atau sekitar Rp90,7 triliun. Kenaikan tersebut didorong kuatnya ekspor produk E&E serta bijih logam dan sisa logam.

Pengiriman ke Taiwan hampir berlipat ganda menjadi rekor 15,36 miliar ringgit atau sekitar Rp67,6 triliun, terutama karena meningkatnya permintaan terhadap produk E&E.

Impor Barang Antara Meningkat

Dari sisi impor, barang antara (intermediate goods) meningkat 40,8% menjadi 80,04 miliar ringgit atau sekitar Rp352,4 triliun. Kenaikan tersebut terutama berasal dari impor suku cadang dan aksesori barang modal nontransportasi.

Impor barang modal mencapai 22,52 miliar ringgit atau sekitar Rp99,2 triliun, tumbuh 24% akibat peningkatan impor barang modal nontransportasi.

Sementara itu, impor barang konsumsi meningkat 5,2% menjadi 10,98 miliar ringgit atau sekitar Rp48,3 triliun. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya impor barang tahan lama. (The Star/B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |