Perkuat Bisnis Lewat Lima Kemitraan

1 month ago 13
Perkuat Bisnis Lewat Lima Kemitraan .(Istimewa)

HIMPUNAN Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) mendorong penguatan industri BPR Syariah melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut menjadi salah satu hasil utama Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) HIMBARSI 2026.

Rakornas tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi dan konsolidasi, tetapi juga menghasilkan kesepakatan konkret berupa penandatanganan lima kerja sama strategis. Kemitraan tersebut melibatkan tiga bank umum syariah, satu perusahaan asuransi syariah, serta satu penyedia logam mulia.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperbesar kapasitas bisnis sekaligus membangun ekosistem yang lebih kuat bagi BPR Syariah di berbagai daerah. Langkah tersebut dinilai penting di tengah tantangan industri yang mencakup kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, kebutuhan likuiditas, hingga kompetisi di sektor jasa keuangan.

Sebanyak 121 peserta yang berasal dari BPR Syariah di sejumlah wilayah mengikuti Rakornas HIMBARSI 2026. Mengangkat tema Bersinergi, Berprestasi, dan Menginspirasi untuk Memperkuat Industri BPR Syariah di Indonesia, forum tersebut menjadi wadah untuk menyusun langkah bersama menghadapi perubahan industri keuangan yang semakin cepat.

Ketua Umum HIMBARSI Alfi Wijaya menekankan bahwa tema yang diusung dalam Rakornas harus diwujudkan dalam program yang memberikan dampak nyata bagi anggota.

"Kebutuhan pengembangan teknologi guna meningkatkan daya saing industri BPR Syariah serta dukungan likuiditas juga permodalan adalah tantangan yang diharapkan dapat diselesaikan dengan kerja sama sinergis dan kolaboratif antara BPR Syariah dan Bank Umum Syariah," ujar Alfi dikutip pada Minggu (23/8). 

Salah satu hasil kolaborasi yang tengah disiapkan HIMBARSI adalah pengembangan layanan white label mobile banking. Platform tersebut nantinya dapat digunakan oleh BPR Syariah yang menjadi anggota HIMBARSI.

Menurut Alfi, transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari agar BPR Syariah mampu memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus tetap kompetitif menghadapi perkembangan perbankan digital.

"Diharapkan kerja sama ini dapat dimulai dengan aplikasi white label mobile banking yang akan diimplementasikan dalam Tabungan Ukhuwah," tambahnya.

Dengan pola kerja sama tersebut, BPR Syariah tidak perlu mengembangkan sistem digital secara terpisah. Dukungan teknologi dapat diperoleh secara bersama sehingga proses penguatan layanan digital menjadi lebih efisien.

Pengembangan teknologi tersebut juga diarahkan untuk menopang pertumbuhan Tabungan Ukhuwah, produk yang diinisiasi HIMBARSI dan kini telah digunakan oleh 61 BPR Syariah.

Sejak diperkenalkan pada 2022, produk tersebut mencatat perkembangan yang cukup pesat. Sampai Juli 2026, jumlah nasabah atau rekening yang tercatat mencapai 55.908. Angka itu meningkat 356,95% jika dibandingkan dengan masa awal peluncuran.

Dari sisi dana yang berhasil dihimpun, Tabungan Ukhuwah telah mencapai Rp417,8 miliar. Nilai tersebut mengalami kenaikan 275,92% dibandingkan capaian pada 2022.

Performa tersebut menjadi pijakan bagi HIMBARSI untuk memperluas pengembangan produk bersama sekaligus mendorong kebiasaan menabung melalui jaringan BPR Syariah.

HIMBARSI juga memperluas sinergi dengan industri asuransi syariah. Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar penyediaan perlindungan bagi nasabah BPR Syariah, tetapi juga membuka kesempatan bagi BPR Syariah anggota HIMBARSI untuk mengelola dana yang berasal dari industri asuransi.

"Kerja sama HIMBARSI dengan asuransi syariah tidak hanya memenuhi layanan perlindungan kepada nasabah, akan tetapi juga mewujudkan komitmen kerja sama dua arah dalam pengelolaan dana yang dimiliki oleh asuransi kepada BPR Syariah-BPR Syariah anggota HIMBARSI," jelas Alfi.

Ia menilai peluang penempatan dana tersebut semakin terbuka dengan adanya perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar.

"Dengan nilai penjaminan LPS sampai dengan Rp2 miliar seharusnya mendorong lembaga-lembaga keuangan syariah seperti asuransi syariah dan bank umum syariah untuk dapat melakukan penempatan di BPR Syariah dengan mendapatkan bagi hasil yang kompetitif dan aman," ujarnya.

Sinergi ini diharapkan dapat memberikan tambahan pilihan dalam memperkuat likuiditas BPR Syariah sekaligus membentuk kerja sama bisnis yang memberikan manfaat bagi masing-masing lembaga keuangan syariah.

Kemitraan HIMBARSI juga mencakup sektor logam mulia melalui kerja sama dengan vendor penyedia emas.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pembiayaan emas yang ditawarkan BPR Syariah. Strategi ini dinilai relevan seiring tingginya ketertarikan masyarakat terhadap emas, baik sebagai instrumen investasi maupun aset untuk menjaga nilai kekayaan.

Lewat kerja sama tersebut, BPR Syariah berpeluang mendapatkan harga emas yang lebih bersaing sekaligus kepastian pasokan. Dua aspek itu menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tarik pembiayaan emas di tengah masyarakat. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |