Perkuat Hadapi Masa Pensiun dengan Pemberdayaan dan Edukasi

5 days ago 3
Perkuat Hadapi Masa Pensiun dengan Pemberdayaan dan Edukasi Kick Off Event Bulan Dana Pensiun 2026 digelar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.(Dok.Asabri)

PT Asabri (Persero) memperkuat edukasi dan pemberdayaan peserta untuk mempersiapkan masa pensiun yang sehat, nyaman, dan sejahtera melalui rangkaian kegiatan Bulan Dana Pensiun 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya perencanaan masa purnabakti sejak masih aktif bekerja.

Kick Off Event Bulan Dana Pensiun 2026 digelar di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dengan tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”. Pencanangan kegiatan juga berlangsung di Bandung dan Semarang. Program tersebut diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain BPJS Ketenagakerjaan, PT TASPEN (Persero), PT ASABRI (Persero), Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK), serta Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, peningkatan kesejahteraan masyarakat pada masa pensiun membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan masa pensiun juga menjadi faktor penting.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saat pensiun diperlukan sinergi dan kolaborasi antara semua pihak. Ini harus kita kerjakan bersama, tetapi yang utama adalah kemauan dari masyarakat semua,” ujar Friderica.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, persiapan masa pensiun semakin penting seiring perubahan struktur demografi Indonesia. Indonesia saat ini menikmati bonus demografi dan secara bertahap akan memasuki fase populasi menua.

“Semakin banyak orang yang berada di usia bukan lagi usia kerja, sesudah pasca usia kerja. Tentu kita menginginkan bahwa mereka bisa tetap berkarya. Mereka tidak tergantung dari para pekerja yang produktif,” kata Yassierli.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini juga menekankan pentingnya persiapan pensiun sejak awal masa kerja. Menurut dia, masa purnabakti tidak seharusnya baru dipikirkan ketika seseorang mendekati usia pensiun. “Masa persiapan yang baik tidak dipersiapkan ketika kita akan berhenti bekerja, tetapi sejak mulai bekerja,” ujar Rini.

KEMBANGKAN PROGRAM EDUKASI
Direktur Utama Asabri Jeffry Haryadi P.M. mengatakan, perhatian perusahaan terhadap peserta tidak berhenti pada pemberian manfaat finansial. Asabri juga mengembangkan program edukasi dan pemberdayaan untuk membantu peserta menghadapi masa transisi menuju purnabakti.

“Bagi Asabri, masa pensiun bukanlah akhir dari perhatian perusahaan kepada peserta. Setelah menyelesaikan masa pengabdian kepada bangsa dan negara, para peserta berhak mendapatkan dukungan untuk menjalani masa purnabakti dengan sehat, bahagia, dan sejahtera,” kata Jeffry.

Dalam Bulan Dana Pensiun 2026, Asabri menjalankan dua program utama, yakni PUNDI (Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi) dan Nawasena (Pembinaan Wawasan dan Kesejahteraan Purnawirawan).

Program PUNDI dilaksanakan di 33 kantor cabang Asabri dan ditujukan bagi peserta aktif. Program tersebut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi agar peserta mampu mengambil keputusan finansial serta merencanakan masa pensiun secara lebih baik.

Sementara itu, Program Nawasena dilaksanakan di lima kantor cabang, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, dan Denpasar. Program ini ditujukan bagi peserta pensiun dengan pendekatan kesejahteraan yang mencakup aktivitas, wawasan, keterampilan, kesehatan, dan pengelolaan keuangan.

Sekretaris Perusahaan Asabri Okki Jatnika mengatakan kedua program tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam memperkuat kesiapan peserta menghadapi masa pensiun.

“Persiapan masa pensiun dalam ekosistem ASABRI tidak hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga mencakup kesehatan fisik, produktivitas, dan kesejahteraan emosional secara menyeluruh,” ujar Okki.

PENGUATAN KEPESERTAAN
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menambahkan, peningkatan kesejahteraan pensiunan membutuhkan penguatan kepesertaan, kesinambungan iuran, dan pengelolaan investasi yang prudent.

“Peningkatan replacement ratio tidak dapat hanya mengandalkan satu program atau satu lembaga. Diperlukan sinergi antara program pensiun wajib dan program pensiun sukarela,” kata Ogi.

OJK mencatat total aset industri dana pensiun mencapai Rp1.699,99 triliun pada Juli 2026 atau tumbuh 6,70% secara tahunan (year-on-year/yoy). Ogi mengatakan pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh program pensiun wajib maupun sukarela.

"Untuk aset program pensiun sukarela mencapai Rp409,19 triliun atau tumbuh 4,24% year-on-year. Sementara itu, aset program pensiun wajib tercatat lebih tinggi, yakni mencapai Rp1.290,80 triliun atau tumbuh 7,51% yoy. (Ant/E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |