Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan Kawasan Industri Medan (KIM), dalam perluasan cakupan layanan pengelolaan jaringan kabel fiber optik (FO) ke Sumatra Utara.(Dok. PT KIMA)
SINERGI antar-BUMN di bawah Danareksa, menandai langkah strategis perluasan layanan konektivitas industri dari timur ke barat Indonesia. PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) resmi memperluas cakupan layanan pengelolaan jaringan kabel fiber optik (FO) ke Kawasan Industri Medan (KIM), Sumatra Utara.
Perluasan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan pada Kamis (10/9) di Kantor PT KIM, Medan. Plt. Direktur Utama PT KIMA, R.B. Alexander Chandra Irawan, dan Direktur Utama PT KIM, Alif Usman Amin, menandatangani kesepakatan itu disaksikan jajaran Dewan Komisaris dan manajemen kedua belah pihak. Bagi KIMA, kerja sama ini bukan sekadar penambahan wilayah operasi. Alexander menyebutnya sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem infrastruktur digital di kawasan industri nasional.
"Kolaborasi dengan PT KIM ini mencerminkan arah pertumbuhan PT KIMA ke depan, yakni terus hadir memberikan nilai tambah bagi ekosistem kawasan industri di berbagai wilayah. Kami meyakini sinergi antar-BUMN seperti ini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital dan menjawab kebutuhan konektivitas industri nasional secara berkelanjutan," ujar Alexander.
Dari Timur ke Barat
Kerja sama ini menandai babak baru bagi KIMA yang sebelumnya telah menjalin kolaborasi serupa dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di Jakarta Utara. Jika KBN membawa KIMA ke Jawa, maka KIM membawanya menyeberang ke Sumatera, memperluas jejak perusahaan dari Indonesia timur hingga barat.
Dalam skema ini, KIMA berperan sebagai mitra teknis PT KIM, mulai dari pendampingan perencanaan pembangunan jalur kabel FO hingga pengelolaan bersama jaringan tersebut. Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan kajian bersama sebagai dasar penyusunan kerja sama.
Direktur Utama PT KIM, Alif Usman Amin, menilai fiber optik sebagai bisnis strategis yang berpotensi memberikan manfaat besar bagi kedua perusahaan. Ia pun berharap kerja sama ini membuka peluang bisnis baru di bidang teknologi informasi.
"Fiber optik ini kan bisnis strategis, memberikan manfaat besar kepada kedua perusahaan. Dengan adanya kerja sama ini, besar harapan kami potensi-potensi terkait bisnis IT dan fiber optik bisa segera kami tangkap," ujar Alif.
Alif menambahkan, langkah ini sejalan dengan arahan pemegang saham agar kawasan industri secara bertahap meninggalkan bisnis konvensional dan beralih mengembangkan bisnis utilitas, termasuk teknologi informasi melalui fiber optik.
"Karena KIMA yang memiliki izin Jartup, tentu arahan dari Holding Danareksa agar semua kawasan industri di bawah Danareksa melakukan kerja sama dengan PT KIMA. PT KIM menangkap peluang ini," katanya.
Potensi Migrasi ISP
Pada tahap awal, cakupan kerja sama jaringan FO diperkirakan mencapai sekitar 35 kilometer di area Kawasan Industri Medan, dengan potensi perluasan seiring pertumbuhan kebutuhan kawasan. Ke depan, seluruh Internet Service Provider (ISP) yang beroperasi di KIM diharapkan bermigrasi memanfaatkan layanan FO hasil kerja sama ini demi mendukung layanan internet yang lebih andal bagi para tenant.
Lingkup kesepakatan mencakup pendampingan teknis, kajian bersama, dan pengelolaan operasional jaringan kabel FO. Kerja sama ini juga terbuka untuk dikembangkan ke bentuk kolaborasi lain yang saling menguntungkan, sepanjang sesuai kebijakan internal kedua perusahaan dan peraturan yang berlaku.
Bagi Holding BUMN Danareksa, langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antar-anak perusahaan dalam memperkuat infrastruktur digital di kawasan industri nasional. (LN/E-4)


















































