Kebakaran Hutan Prancis(AFP)
PETUGAS pemadam kebakaran di wilayah barat daya Prancis menyaksikan fenomena alam yang belum pernah tercatat sebelumnya di negara tersebut. Kebakaran hebat di wilayah Gironde telah membentuk badai petir di atas kolom asapnya sendiri.
Federasi Pemadam Kebakaran Nasional Prancis mengidentifikasi awan tersebut sebagai pyrocumulonimbus. Juru bicara federasi, Eric Brocardi, mengonfirmasi kepada Agence France-Presse bahwa fenomena ini baru pertama kali terjadi di Prancis.
Temuan ini mengubah cara tim penyelamat membaca pergerakan api. Kebakaran yang mampu menciptakan cuacanya sendiri tidak lagi mengikuti arah angin, melainkan mulai memicu cuacanya sendiri.
"Ini adalah skenario David melawan Goliath," ujar Brocardi menggambarkan sengitnya upaya pemadaman.
Fenomena pyrocumulonimbus bermula dari kolom udara yang sangat panas yang melesat naik membawa asap, abu, dan uap air. Saat membeku dan mengembun di atmosfer atas, gesekan kristal es menghasilkan muatan listrik yang memicu sambaran petir. Petir ini kemudian menyambar wilayah baru di luar garis penyekatan, membuat arah kobaran api semakin tidak terduga.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyebut kebakaran di Gironde sangat intens dan sulit diprediksi.
Evakuasi Skala Besar di Prancis dan Spanyol
Kondisi vegetasi yang mengering akibat gelombang panas sejak Mei mempercepat penyebaran api. Hingga saat ini, Prancis telah kehilangan sekitar 115.000 hektar lahan akibat kebakaran, jumlah terbesar yang pernah dicatat negara tersebut.
Kondisi serupa dialami Spanyol di sebelah barat Madrid. Kepala Perlindungan Sipil Spanyol, Virginia Barcones, melaporkan bahwa garis perimeter kebakaran utama telah mencapai 280 kilometer dan berdampak pada area seluas 77.000 hektare. Barcones bahkan menyebut kobaran api tersebut sebagai "monster".
Hingga Minggu, 27 Juli, lebih dari 325.000 warga di Prancis dan Spanyol terpaksa mengungsi dari kediaman mereka. Lebih dari 250.000 di antaranya berasal dari Prancis, menjadikannya operasi evakuasi terbesar di negara itu sejak Perang Dunia Kedua. Sementara itu, Spanyol mencatat sekitar 75.000 warga dievakuasi di wilayah Madrid, Ávila, Toledo, dan Castellón, ditambah 15.000 warga lainnya di Valencia.
Bencana ini juga menelan korban jiwa. Dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan tewas di dekat Bordeaux pada Selasa, dan seorang warga sipil tewas dalam kebakaran di Valencia pada Sabtu. Selain itu, sedikitnya 75 petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka di Gironde.
Ancaman Gelombang Panas Lanjutan
Kemunculan "awan api" di wilayah baru ini dikaitkan erat oleh para ilmuwan dengan perubahan iklim yang memicu kondisi cuaca lebih panas dan kering. Fenomena serupa sebelumnya pernah tercatat di Australia, Portugal, Texas, Afrika Selatan, dan Argentina.
Prakiraan cuaca menunjukkan gelombang panas susulan diprediksi menerjang Prancis, dengan suhu diperkirakan mencapai 40°C di beberapa wilayah. Bantuan armada udara dan personel pemadam kebakaran dari Yunani, Italia, dan Portugal telah dikerahkan ke Prancis dan Spanyol untuk membantu mengendalikan situasi. (Earth/Z-2)


















































