REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Perasaan duka masih membekap Hanadita Anjani (26 tahun), istri dari almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan, prajurit TNI yang gugur di Lebanon pada Senin (30/3/2026). Anjani terakhir kali bertemu suaminya pada Agustus 2025, yakni ketika Sertu Ichwan pulang ke Indonesia untuk menyaksikan momen kelahiran anak pertama mereka.
Anjani mengungkapkan, kabar kematian suaminya sempat simpang siur. Di lubuk hatinya, Anjani berharap agar kabar tersebut keliru dan suaminya dalam keadaan baik-baik saja.
"Dari kemarin masih mengelak saja, semoga bukan suami saya (yang gugur). Cuman tadi pagi ini yang valid, saya baru bisa memastikan (kematian Sertu Ichwan) baru tadi pagi ini," ungkap Anjani ketika diwawancara di kediamannya di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).
Anjani mengaku sempat dikabari oleh suaminya saat dia hendak melaksanakan tugas patroli. "Kan mau patroli ke tempat yang kemarin setelah kejadian. Saya pikir di-cancel, ternyata enggak," ucapnya.
"Saya enggak ada firasat, karena saya berusaha berpikir positif tentang suami saya," tambah Anjani.
Meski belum dapat percaya, Anjani harus memaksa diri untuk menerima suaminya telah gugur. "Suami saya kemarin malam sebelum ini sempat mengirim pesan panjang (berisi) ucapan terima kasih menjadi istri, menjadi ibu. Mungkin itu satu-satunya," tuturnya.
Menurut Anjani, Sertu Ichwan terakhir kali pulang ke Magelang pada Agustus 2025, tepatnya ketika Anjani melahirkan. "Saya lahiran anak pertama kami. Beliau pulang cuma tiga minggu saja," ucapnya.
Dia mengungkapkan, sepengetahuannya masa tugas suaminya di Lebanon hanya satu tahun. "Bulan April ini tepat satu tahun. Terus mundur satu bulan, jadi harusnya bulan Mei ini dia pulang, kumpul sama keluarga dan anaknya," kata Anjani.
Anjani mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, jenazah suaminya rencananya bakal dipulangkan ke Tanah Air pada 2 April 2026. Namun tanggal pemulangan tersebut masih bersifat sementara atau belum pasti.
Sertu Ichwan merupakan prajurit asal Dusun/Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Pria kelahiran 12 Mei 2000 itu bertugas sebagai perawat di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/Udayana. Sertu Ichwan telah menjalankan misi di Lebanon sejak April 2025 sebagai bagian dari Satuan Tugas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL
Menurut Kapuspen Mabes TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Aulia Dwi Nasrullah, Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur ketika Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR), melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Mayjen Aulia dalam keterangannya.
Menurut Aulia, saat ini UNIFIL tengah menyelidiki peristiwa tersebut. "TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," ujarnya.

2 hours ago
1

















































