REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump mencak-mencak menyusul tak kunjung ada bantuan dari negara selain Israel menyerang Iran. Ia menyuruh negara-negara lain menjemput sendiri minyak bumi yang mereka butuhkan ke Selat Hormuz yang saat ini tengah diblokade Iran.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden AS, Donald Trump, menyarankan agar negara-negara seperti Inggris harus membangun “keberanian” untuk pergi ke Selat Hormuz dan “mengambil” bahan bakar sendiri.
“Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri kalian sendiri, AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian tidak berada di sana untuk kami,” kata Trump ketika ia mengkritik negara-negara yang “menolak untuk terlibat dalam penghancuran Iran”.
Dia mengatakan negara-negara ini dapat membeli “bahan bakar jet” dari AS, yang jumlahnya “banyak”, jika persediaan mereka hampir habis. "Iran, pada dasarnya, telah hancur. Bagian tersulitnya sudah selesai. Ambil minyak kalian sendiri!" Trump mengakhiri postingan media sosialnya dengan mengatakan akan mengumumkan kelanjutan pernyataan itu dalam waktu dekat.
Sejauh ini tak ada satupun sekutu AS di Eropa yang bersedia menerjunkan kekuatan militer untuk menyerang Iran. Para pimpinan di Eropa bersikeras bahwa serangan ilegal AS-Israel ke Iran bukan perang mereka. Jerman, sekutu dekat AS-Israel bahkan menyatakan bahwa serangan tersebut ilegal dan mengacaukan kondisi dunia.
Sementara negara-negara Teluk yang jadi lokasi pangkalan militer AS juga belum bersedia terjun ke medan tempur meski wilayahnya dibombardir Iran. Pesan yang muncul belakangan, mereka juga seperti Iran adalah korban dari agresi impulsif AS dan Israel.
Sedangkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa akan ada tindakan terhadap sekutu AS di NATO terkait sikap mereka menolak ikut perang.
“Dan bagi NATO, keputusan itu diserahkan kepada presiden. Tapi saya hanya ingin mengatakan, banyak hal yang telah diungkapkan. Banyak hal telah ditunjukkan kepada dunia tentang apa yang sekutu kami bersedia lakukan untuk Amerika Serikat ketika kita melakukan upaya sebesar ini atas nama dunia bebas,” ujar Hegseth dalam konferensi pers pada Selasa.
Seperti lupa bahwa AS yang memulai perang, ia mengatakan sejauh ini sekutu-sekutu AS yang jadi sasaran rudal Iran. “Rudal-rudal itu bahkan tidak menjangkau Amerika Serikat. Mereka menyasar sekutu dan lainnya. Namun ketika kami meminta bantuan tambahan atau akses sederhana terhadap penerbangan, kami mendapatkan pertanyaan atau hambatan atau keragu-raguan.”

6 hours ago
2

















































