Ilustrasi(Antara)
SEORANG peserta pelatihan teknis asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja fatal di sebuah pabrik di Prefektur Hiroshima, Jepang bagian barat. Korban tewas akibat terjepit mesin pengaduk saat menjalankan tugasnya pada Rabu (2/9) malam waktu setempat.
Berdasarkan laporan otoritas setempat yang dikutip dari Kyodo, panggilan darurat diterima sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Laporan tersebut menyatakan adanya seorang laki-laki yang mengalami pendarahan hebat setelah lehernya terjepit di dalam mesin pengaduk di pabrik milik Toda Kogyo Corp., sebuah perusahaan produsen bahan kimia dan material yang berlokasi di Kota Otake.
Polisi setempat telah mengidentifikasi korban bernama Indra Kurniawan, pemuda berusia 21 tahun. Saat kejadian, Indra diketahui sedang bekerja seorang diri dalam proses produksi cat.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa mesin pengaduk yang menjadi lokasi kecelakaan memiliki dimensi diameter dan kedalaman masing-masing sekitar 1,5 meter. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Langkah penyelidikan mencakup pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi pabrik. Polisi menyatakan bahwa tidak ada saksi mata yang melihat langsung detik-detik insiden tragis tersebut karena korban sedang bertugas sendirian di area produksi.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan kerja yang menimpa peserta magang atau pelatihan teknis asing di Jepang, yang sering kali menjadi sorotan terkait standar keselamatan kerja di lingkungan industri. (Ant/I-1)
Detail Lokasi dan Alat Kejadian:
| Perusahaan | Toda Kogyo Corp. |
| Lokasi | Kota Otake, Prefektur Hiroshima, Jepang |
| Spesifikasi Mesin | Mesin pengaduk (Diameter & Kedalaman ± 1,5 meter) |
| Waktu Kejadian | Rabu malam, sekitar pukul 22.20 (waktu setempat) |


















































