Ilustrasi(Magnific.com)
CEO Finex, Agung Wisnuaji, menegaskan bahwa kemampuan menjaga kepercayaan nasabah melalui pembenahan layanan operasional menjadi kunci utama persaingan industri perdagangan berjangka di Indonesia.
Pernyataan tersebut merespons ketatnya kompetisi pialang berjangka aktif di Indonesia, di mana penilaian Bappebti mencatat terdapat 67 perusahaan yang menawarkan beragam akses instrumen transaksi seperti emas, forex, hingga indeks.
Agung menjelaskan, Finex memilih berfokus pada pengalaman langsung yang dirasakan oleh para trader, khususnya terkait kecepatan proses transaksi finansial dan transparansi biaya operasional di lapangan.
“Kami tidak pernah menargetkan jadi nomor satu di sebuah daftar. Yang kami targetkan adalah membuat trading lebih mudah dan lebih jelas untuk klien," ujar Agung dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).
"Kami mengerjakan produknya, mempercepat proses deposit dan penarikan dana, serta memastikan ada orang yang siap membantu saat klien membutuhkan," tambahnya.
Berdasarkan data Broker Performance yang dirilis Jakarta Futures Exchange (JFX) periode Januari hingga Juli 2026, Finex berhasil menduduki peringkat pertama selama enam bulan berturut-turut, serta meraih posisi kedua pada Februari.
Selain itu, dalam penilaian berkala Bappebti triwulan I-2026, Finex menjadi satu dari tujuh pialang berjangka yang sukses mengantongi peringkat tertinggi (A+++), sebuah pencapaian kepatuhan dan integritas keuangan yang berhasil dipertahankan selama delapan triwulan berturut-turut.
Kendati mencatatkan kinerja impresif, Agung mengingatkan para trader bahwa peringkat kinerja maupun penilaian regulator tidak serta-merta menghilangkan risiko kerugian dalam aktivitas perdagangan berjangka.
"Bagi Finex, menjaga kepercayaan berarti terus memperbaiki pengalaman nasabah, terlepas dari posisi perusahaan dalam daftar bulanan. Pada akhirnya, kualitas layanan diuji setiap kali nasabah bertransaksi," tegasnya. (H-2)


















































