PLN Pastikan Beli Listrik PSEL Bogor Raya 1, Investasi Rp2,8 Triliun Dimulai

3 days ago 3
PLN Pastikan Beli Listrik PSEL Bogor Raya 1, Investasi Rp2,8 Triliun Dimulai Ilustrasi(Dok Danantara)

PEMERINTAH pusat melalui Danantara, yang dikelola oleh PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), memastikan penyerapan tenaga listrik yang dihasilkan dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1. Kepastian ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) bersama PT PLN (Persero).

Penandatanganan PJBL tersebut dilakukan bertepatan dengan peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (17/9). Kerja sama komersial ini memberikan kepastian offtake bagi pengelola sekaligus menjamin keberlangsungan operasional proyek selama masa konsesi.

"Pada agenda hari ini, Kamis 17 September 2026, progres PSEL Bogor Raya 1 telah memasuki tahapan penting yaitu penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik," ujar pihak pengelola dalam keterangan resminya.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen percepatan transisi energi bersih dan solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah Bogor. Proyek ini menyusul realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi serupa yang telah dilakukan di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dua bulan sebelumnya.

Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, PJBL dilakukan antara PLN dan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. Tarif pembelian listrik ditetapkan sebesar USD 0,20 per kWh untuk seluruh kapasitas yang dihasilkan oleh fasilitas tersebut.

Fakta Proyek PSEL Bogor Raya 1:

Lokasi Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor
BUPP Nusantara Bogor New Energy
Mitra Teknologi Zhejiang Weiming Environment Co., Ltd.
Status Proyek Strategis Nasional (PSN)
Total Investasi Rp2,8 triliun

Spesifikasi dan Dampak Ekonomi

PSEL Bogor Raya 1 dirancang dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari. Teknologi yang digunakan adalah moving grate incinerator yang dilengkapi dengan Air Pollution Control System (APCS) berlapis untuk memastikan emisi tetap aman.

Standar lingkungan proyek ini mengacu pada regulasi internasional (EU IED). Selain dampak lingkungan, proyek senilai Rp2,8 triliun ini diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja hingga 1.200 orang. Setelah diresmikan pada September 2026, fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2028. (DD/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |