Polisi Imbau Demonstran tidak Rusak Fasilitas Publik

3 weeks ago 6
Polisi Imbau Demonstran tidak Rusak Fasilitas Publik ilustrasi(Antara)

Polda Metro Jaya mengimbau seluruh elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di DKI Jakarta untuk tetap menjaga ketertiban umum. Masyarakat diminta tidak merusak fasilitas publik selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa aparat pengamanan gabungan siap memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut harus dilakukan sesuai aturan hukum, santun, dan bertanggung jawab.

"Kami mengimbau masyarakat yang menyampaikan aspirasi agar tidak merusak fasilitas umum, tidak mengabaikan kegiatan masyarakat lainnya, serta tetap berpikir untuk menjaga Indonesia agar aman, damai, dan kondusif," ujar Budi saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/8).

Budi menjelaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dijamin oleh Pasal 9 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Regulasi tersebut mengakomodasi berbagai bentuk aksi, mulai dari unjuk rasa, musyawarah, rapat umum, hingga pawai. Kendati demikian, pelaksanaan hak tersebut tidak boleh merugikan kepentingan publik maupun merusak sarana dan prasarana kota.

Kesiagaan Personel di Titik Strategis

Guna menjaga keamanan dan ketertiban kota, petugas menyiagakan personel di sejumlah titik konsentrasi massa. Fokus pengamanan terutama dilakukan di kawasan Gedung DPR/MPR RI serta jalur strategis dari Bundaran HI menuju Istana Negara.

Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8). Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta petugas pengamanan dalam (pamdal) di berbagai instansi vital.

"Beberapa titik ini juga kita lakukan kesiapan dalam pengamanan aspirasi penyampaian pendapat," tambah Budi.

Waspada Disinformasi di Media Sosial

Selain imbauan menjaga fasilitas publik, Budi meminta masyarakat untuk cerdas dan bijak dalam memfilter informasi di media sosial. Hal ini bertujuan agar warga tidak mudah terpengaruh oleh isu provokatif, fitnah, maupun disinformasi seputar situasi keamanan di Jakarta.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak bermain media sosial. Karena saat ini makin banyak disinformasi, fitnah, provokasi, dan isu-isu yang menyesatkan. Kami berharap masyarakat bijak memfilter informasi tersebut," pungkasnya. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |