Polres Ketapang Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Warga

1 week ago 3
Polres Ketapang Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Warga Polres Ketapang, Kalimantan Barat, menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga Desa Tanjung Baik Budi.(Dok.Istimewa)

POLRES Ketapang, Kalimantan Barat, menyalurkan 15.000 liter air bersih dan layak konsumsi kepada warga Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Minggu (13/9). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kondisi cuaca dan geografis wilayah pesisir.

Penyaluran air dipimpin langsung Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama dengan mengerahkan kendaraan Mobile Water Treatment (MWT). Kendaraan tersebut digunakan untuk mengolah air baku dari berbagai sumber menjadi air bersih dan layak konsumsi.

“Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) saat ini mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena kondisi cuaca dan posisi geografis di daerah pesisir sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan secara cepat,” ujar Putra.

Mobile Water Treatment dilengkapi sejumlah tahapan pengolahan air, mulai dari sistem filtrasi, sinar ultraviolet (UV), hingga teknologi membran reverse osmosis (RO). Dengan teknologi tersebut, air hasil pengolahan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan konsumsi.

Putra menjelaskan kapasitas produksi MWT bergantung pada jenis air baku yang digunakan. Jika menggunakan air asin, kendaraan tersebut mampu menghasilkan sekitar 400 liter air per jam. Sementara jika menggunakan air biasa, termasuk air parit yang masih dapat diolah, kapasitas produksinya mencapai sekitar 2.000 liter per jam.

Perbedaan kapasitas tersebut disebabkan proses pengolahan air yang disesuaikan dengan karakteristik sumber air. Air asin membutuhkan proses pengolahan lebih kompleks dibandingkan air tawar atau air dengan tingkat pencemaran yang masih dapat ditangani sistem MWT.

“Kehadiran Mobile Water Treatment merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya ketika menghadapi persoalan kebutuhan air bersih. Kepolisian tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan pelayanan serta solusi terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Putra.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Ketapang menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga. Bantuan juga mendapat dukungan dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo.

Putra berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat Desa Tanjung Baik Budi yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air bersih. “Harapannya semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata kepedulian Polri kepada warga,” pungkas Putra.

TANGGAP DARURAT ASAP
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) memperpanjang Status Tanggap Darurat Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 20 September 2026.

"Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla akan diperpanjang terhitung mulai 7 sampai dengan 20 September 2026," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Krisantus Kurniawan di Pontianak.

Ia menjelaskan perpanjangan dilakukan karena operasi penanganan dan pendinginan masih berlangsung melalui Satgas Darat dan Satgas Udara untuk mengendalikan karhutla di sejumlah wilayah Kalbar.

Menanggapi bencana karhutla dan kekeringan, Krisantus mengatakan Pemprov Kalbar telah menyiapkan dukungan anggaran, termasuk melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). (Ant/E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |