Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Vape Narkoba Senilai Rp2 Miliar

1 month ago 41
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Vape Narkoba Senilai Rp2 Miliar Ilustrasi.(Magnific)

SATUAN Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan, Sumatra Utara, menggagalkan peredaran 622 rokok elektrik atau vape yang mengandung narkoba. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap seorang pria berinisial DF saat melintas di Jalan Iskandar Muda, Medan.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Rafli Yusuf Nugraha, mengungkapkan bahwa tersangka mencoba mengelabui petugas dengan menyimpan ratusan vape tersebut di dalam tas yang digantungkan pada sepeda motornya. Barang haram tersebut dikemas sedemikian rupa agar terlihat seperti barang bawaan biasa.

"Sebanyak 622 vape dengan kandungan narkoba tersebut terbagi dalam empat warna kemasan menyerupai permen dengan aksara Tiongkok," ujar Rafli di Medan, Rabu (19/8).

Penangkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik DF. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan ratusan vape yang diduga mengandung zat terlarang. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, barang bukti tersebut diduga dipasok dari Malaysia dan masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur tikus di Aceh.

Rafli menjelaskan, vape narkoba ini rencananya diedarkan di wilayah Kota Medan dengan harga yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp2 juta per unit. Dengan jumlah tersebut, total nilai barang bukti yang diamankan mencapai hampir Rp2 miliar.

Catatan Kriminal Tersangka:

Dari hasil pemeriksaan intensif, tersangka DF mengaku bahwa ini bukan kali pertama dirinya terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Sebelumnya, ia pernah menjadi kurir yang membawa dua kilogram sabu dari Aceh menuju Jakarta.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengembangan untuk memutus rantai jaringan internasional tersebut. Satresnarkoba Polrestabes Medan telah membentuk tim khusus untuk memburu pemasok utama yang diduga berada di wilayah Aceh.

"Kami masih melakukan perburuan terhadap pemasok vape narkoba tersebut dan telah menyebar tim di Aceh. Penyidik menduga pengendali peredaran ini berada di wilayah tersebut," pungkas Rafli. (Ant/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |