Potensi Ekonomi AI Generatif di Sektor Kreatif Indonesia Capai Rp66 Triliun

3 days ago 23
Potensi Ekonomi AI Generatif di Sektor Kreatif Indonesia Capai Rp66 Triliun Ilustrasi(magnific)

PEMANFAATAN kecerdasan artifisial (AI) generatif di sektor ekonomi kreatif dan media di Indonesia diproyeksikan mampu membuka nilai ekonomi yang sangat signifikan. Berdasarkan laporan terbaru bertajuk AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun oleh Public First dan dipaparkan oleh Google, potensi nilai ekonomi tersebut diperkirakan mencapai Rp66 triliun per tahun.

Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari adopsi teknologi AI yang optimal di industri media.

"Temuan terbaru menunjukkan bahwa adopsi AI generatif di sektor media saja sudah punya potensi menghasilkan Rp66 triliun per tahun," ujar Veronica saat peluncuran laporan tersebut di Jakarta, Kamis (24/7).

Efisiensi Waktu dan Peningkatan Produktivitas

Salah satu dampak paling nyata dari penggunaan AI generatif adalah efisiensi waktu kerja. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pekerja di sektor kreatif dapat menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun, atau setara dengan sekitar 50 hari kerja.

Penghematan waktu ini memungkinkan para kreator untuk lebih fokus pada aspek fundamental kreatif, seperti pengembangan ide-ide baru dan penyusunan narasi cerita yang lebih mendalam.

Selain efisiensi internal, AI juga berperan sebagai jembatan bagi kreator lokal untuk menembus pasar internasional. Melalui fitur lokalisasi otomatis seperti penerjemahan, pembuatan takarir (subtitle), hingga sulih suara (dubbing), karya kreator Indonesia kini lebih mudah dinikmati audiens global. Teknologi ini diproyeksikan mampu menyumbang nilai ekspor kreatif hingga Rp6,7 triliun per tahun.

Data Kunci AI dan Ekonomi Kreatif Indonesia:

Indikator Nilai/Statistik
Potensi Ekonomi AI Generatif (Sektor Media) Rp66 Triliun/tahun
Efisiensi Waktu Pekerja Kreatif 390 jam (50 hari)/tahun
Proyeksi Nilai Ekspor Kreatif via AI Rp6,7 Triliun/tahun
Kontribusi YouTube terhadap PDB (2025) > Rp8,4 Triliun
Dukungan Lapangan Kerja (YouTube) 190.000+ Pekerjaan Penuh Waktu

Adopsi Tinggi dan Kontribusi Ekosistem Digital

Menariknya, tingkat adopsi AI di Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat. Google mencatat sebanyak 63 persen pengguna AI di tanah air berada pada tingkat menengah hingga mahir, sementara di Amerika Serikat angka tersebut berada di level 46 persen.

Di sisi lain, ekosistem kreatif seperti YouTube terus menjadi motor penggerak ekonomi digital. Sepanjang tahun 2025, YouTube berkontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia dan mendukung lebih dari 190.000 pekerjaan penuh waktu. Sebanyak 81 persen kreator Indonesia juga aktif memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan budaya dan karya musik mereka ke kancah dunia.

Sebagai bentuk komitmen, Google menyatakan akan terus memperkuat ekosistem AI nasional melalui penyediaan teknologi terkini, program peningkatan keterampilan (upskilling), serta penguatan keamanan platform. Veronica menekankan bahwa sinergi antara teknologi dan kreativitas manusia adalah kunci utama di era baru ini.

"Untuk mewujudkan potensi secara maksimal, kita harus bekerja sama secara kolaboratif guna memastikan ekosistem digital kita tetap terbuka, inklusif, dan aman bagi semua orang," pungkasnya. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |