Prabowo Kenalkan Joko Purnomo yang Panen hingga 9 Ton Padi per Hektare usai Harga Pupuk Turun

3 days ago 3
Prabowo Kenalkan Joko Purnomo yang Panen hingga 9 Ton Padi per Hektare usai Harga Pupuk Turun Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,(tangkapan layar YouTube TV Parlemen)

PRESIDEN RI Prabowo Subianto memperkenalkan sosok Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, di hadapan seluruh anggota parlemen dan pejabat negara. Petani asal Ngawi tersebut dinilai berhasil membuktikan lonjakan produktivitas pertanian pasca-menerima intervensi program pemerintah, termasuk efisiensi biaya akibat penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara saat membacakan Pidato Kenegaraan pada perhelatan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Presiden menuturkan bahwa dukungan sarana irigasi, modernisasi teknologi, serta penyederhanaan akses pupuk bersubsidi telah mengubah skala produksi pertanian di tingkat tapak secara signifikan.

"Hari ini hadir di tengah-tengah kita, kita mengundang, saudara Joko Purnomo. Bapak Joko ini ketua kelompok tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun dengan produktivitas sampai sembilan ton padi per hektare. Penurunan harga pupuk 20 persen ikut memangkas biaya produksinya," kata Presiden Prabowo.

Joko Purnomo yang mengikuti jalannya agenda ketatanegaraan dari balkon ruang sidang bersama para penerima manfaat program pemerintah lainnya berdiri memberikan gestur salam hormat kepada Kepala Negara dari kejauhan.

Sontak, gemuruh tepuk tangan dari pimpinan majelis dan anggota dewan membahana di Ruang Sidang Paripurna DPR/MPR RI.

"Kita tepuk tangan untuk Pak Joko. Sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa, produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih, kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa," kata Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN pangan, hingga gerakan koperasi.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia telah mengamankan kemandirian pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

"Dalam satu tahun terakhir ini, Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan, dan dengan demikian, kita menyadari bahwa capaian kita cukup membanggakan. Kita masih belum swasembada bawang putih. Kita berjuang dalam 3 tahun, kita mencapai swasembada bawang putih, yang saya sebut tadi, daging sapi belum, daging kerbau belum, tetapi daging ayam sudah. Pada dasarnya, untuk protein, kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam," ujar Presiden.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |