Petugas Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Tenam, Batang Hari, Jambi, Jumat (21/8/2026).(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto memutuskan mengirim tambahan peralatan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra yang masih terdampak. Langkah tersebut diambil setelah Kepala Negara meninjau langsung kondisi di Riau dan Sumatra Selatan serta mengikuti rapat koordinasi dengan daerah lain.
"Bapak Presiden menekankan beberapa hal. Dan yang pertama mengenai apa yang dibutuhkan sekiranya untuk menangani yang masih tersisa, meskipun jumlahnya kecil tadi ada yang berjumlah hanya kurang lebih 199 hektare, tetapi peralatan tambahan juga dikirim oleh Bapak Presiden," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada wartawan, Senin (24/8).
Menurut Prasetyo, kunjungan Prabowo ke Sumatra merupakan kelanjutan dari peninjauan penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8). Setelah tiba di Pekanbaru, Riau, Prabowo kemudian melanjutkan perjalanan ke Palembang, Sumatra Selatan.
Dari dua lokasi tersebut, Prabowo juga mengikuti rapat koordinasi yang dilanjutkan melalui sambungan Zoom bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi dan Lampung. Prasetyo mengatakan, secara umum kondisi karhutla di empat provinsi di Sumatra yang dipantau pemerintah relatif terkendali.
"Kalau untuk di Pulau Sumatra di empat provinsi relatif sudah terkendali. Beberapa dilaporkan sudah tidak ada titik api tetapi memang masih ada asap yang terus apa namanya muncul karena ini kan ada lahan gambut, ada juga tadi dilaporkan karena ada batu bara juga di wilayah-wilayah terutama di Sumatra," ujarnya.
Meski kondisi dinilai membaik, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah wilayah yang masih mengeluarkan asap. Karakteristik lahan gambut dan keberadaan batu bara menjadi salah satu faktor yang membuat asap masih muncul meskipun titik api telah berkurang.
Prasetyo mengatakan, perhatian Prabowo tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga pada kesiapan kekuatan tambahan apabila kondisi di lapangan membutuhkannya. Dalam rapat, Kepala Negara mengajak Panglima TNI dan Kapolri memperkuat personel maupun peralatan, termasuk helikopter water bombing.
Selain itu, terdapat pula permintaan dukungan berupa motor trail yang telah dimodifikasi untuk membantu mobilitas penanganan karhutla di medan yang sulit dijangkau.
Di sisi lain, Prabowo memberikan apresiasi terhadap langkah pencegahan yang telah dilakukan jajaran pemerintah daerah di Riau dan Sumatra Selatan. Menurut Prasetyo, upaya tersebut mencakup edukasi kepada masyarakat serta kerja bersama dengan pelaku usaha dan pemilik perkebunan.
"Tadi dua kali rapat koordinasi yang terakhir juga sambung Zoom meeting dengan Forkopimda Jambi maupun Lampung," kata Prasetyo.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan telah dilakukan sejak awal tahun mengingat fenomena El Nino diperkirakan cukup kuat. Pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha didorong mengantisipasi berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan.
Prasetyo menyebut pendekatan gotong royong menjadi salah satu hal yang diapresiasi Presiden dalam penanganan karhutla di Sumatra. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur sejak sebelum kebakaran terjadi, bukan hanya ketika titik api sudah muncul.
Terkait ketidakhadiran Menteri Kehutanan dalam rangkaian rapat dan kunjungan Prabowo kali ini, Prasetyo memastikan hal tersebut bukan karena persoalan tertentu. Ia menjelaskan, Menteri Kehutanan sebelumnya telah beberapa kali turun ke lapangan, termasuk melakukan peninjauan di sejumlah wilayah terdampak.
"Itu kebetulan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan, kemudian termasuk di Sumatra Selatan Menteri Lingkungan Hidup juga kemarin sudah berkunjung juga ke mari, apa ke Sumatra Selatan jadi ini hanya kebetulan saja," jelasnya. (E-4)


















































