Presiden Prabowo Subianto di Batang, Jawa Tengah.(Dok. Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan pentingnya soliditas antara Kepolisian dan Kejaksaan Agung di tengah sorotan publik terhadap hubungan kedua lembaga penegak hukum tersebut. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 Miliar di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Di hadapan para tamu undangan, Prabowo bahkan secara khusus menyinggung keharmonisan jajaran Polri dan Kejaksaan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam sambutannya, Prabowo mengawali dengan menyebut suasana acara yang dihadiri sejumlah pejabat negara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ia meminta media turut melihat kebersamaan para pimpinan institusi yang hadir.
"Hari ini saya kira media biar diliput semua, semua baik, semua senyum, ya. Jaksa Agung, Kapolri, duduk, baik. Kapolda sama Kajari juga rukun, baik, semua baik," kata Prabowo yang langsung disambut tawa hadirin.
Ucapan itu muncul di tengah perhatian publik terhadap hubungan Kepolisian dan Kejaksaan setelah mencuatnya penanganan perkara yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Perkembangan kasus tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi mengenai relasi kedua institusi, meski sejumlah pihak menegaskan proses hukum tetap berjalan secara profesional.
Prabowo kemudian memilih mencairkan suasana dengan melontarkan candaan. Ia mengatakan tidak akan menyampaikan pernyataan yang terlalu serius dalam kesempatan tersebut.
"Dan hari ini enggak ada ucapan-ucapan dari saya yang terlalu ... Bercanda aja, bercanda. Boleh bercanda enggak? Apa ada larangan bercanda, saya enggak tahu. Boleh? Enggak, presiden kan harus serius," ujarnya disambut gelak tawa para peserta. (H-3)


















































