Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kanan) di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 7 Mei 2026.(Dok. BRA Government)
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengusulkan penyelenggaraan pertemuan luar biasa Dewan Keamanan PBB untuk merumuskan solusi diplomatik atas konflik yang tengah berlangsung di Ukraina dan Iran. Usulan tersebut disampaikan langsung dalam percakapan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Berdasarkan pernyataan resmi Kantor Kepresidenan Brasil pada Jumat (21/8), Lula menyayangkan ketidakefektifan Dewan Keamanan PBB dalam menangani krisis global saat ini. Ia mendesak adanya langkah konkret melalui badan tersebut guna menemukan jalan keluar damai bagi ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah.
Diplomasi dan Solusi Kompromi
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin negara bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik global. Fokus utama pembicaraan tertuju pada upaya mengakhiri perang di Ukraina dan meredam eskalasi di Iran. Lula dan Trump dilaporkan sepakat mengenai pentingnya mencari solusi kompromi untuk menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berdampak luas secara global.
Protes Terhadap Kebijakan Tarif AS
Selain isu keamanan global, Presiden Lula da Silva memanfaatkan momentum tersebut untuk memprotes kebijakan perdagangan AS. Ia menegaskan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahan Trump terhadap Brasil tidak memiliki dasar yang kuat.
"Setelah mencatat bahwa tarif tersebut berdampak negatif, baik bagi Brasil maupun AS, Presiden Lula menyatakan bahwa melanjutkan negosiasi menjadi pilihan terbaik bagi kedua negara," tulis pernyataan resmi tersebut.
Ketegangan dagang ini memuncak pada pertengahan Juli lalu, ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa Trump telah menginstruksikan Perwakilan Dagang AS untuk memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap sebagian besar produk impor dari Brasil. Langkah tersebut diambil dengan alasan Presiden Lula dianggap enggan bernegosiasi dengan "itikad baik".
Ringkasan Poin Utama Pembicaraan:
| Dewan Keamanan PBB | Usulan pertemuan luar biasa untuk solusi diplomatik Ukraina & Iran. |
| Konflik Rusia-Ukraina | Kesepakatan untuk mencari solusi kompromi. |
| Kebijakan Perdagangan | Brasil menolak tarif 25% dari AS dan meminta negosiasi ulang. |
Desakan Brasil ini menambah daftar tekanan internasional agar Dewan Keamanan PBB mengambil peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dunia. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)


















































