Presiden FIFA Tepis Anggapan Proposal Saham Piala Dunia Bersifat Memaksa

2 hours ago 2
Presiden FIFA Tepis Anggapan Proposal Saham Piala Dunia Bersifat Memaksa Presiden FIFA Gianni Infantino.(Anadolu Agency/Mustafa Yalçın )

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino memberikan klarifikasi terkait rencana pembentukan anak perusahaan swasta yang bertujuan menjual saham komersial Piala Dunia. Infantino menegaskan bahwa proyek bertajuk FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut bukanlah sebuah paksaan bagi para anggota.

"FIFA Forward Enterprise (FFE) sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," ujar Infantino dalam video resmi FIFA yang dikutip dari beIN Sports, Kamis (30/7/2026).

Menurut Infantino, pembentukan entitas swasta untuk mengelola hak komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan sepak bola secara global. Namun, ia kembali menggarisbawahi bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan asosiasi anggota melalui proses konsultasi.

Penolakan Keras dari European Leagues

Meski diklaim sebagai peluang, rencana ini mendapat tentangan tajam dari Asosiasi Liga-Liga Eropa (European Leagues). Melalui Presidennya, Claudius Schafer, organisasi tersebut menilai langkah FIFA dapat merusak fondasi sepak bola dunia.

Schafer menyatakan bahwa melibatkan investor swasta berisiko memberikan kendali jangka panjang atas kompetisi paling bergengsi di dunia kepada pihak luar. "Para pemimpin sepak bola memiliki kewajiban untuk bersatu menentang proposal ini demi generasi pemain dan suporter di masa depan agar olahraga ini tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Schafer dalam pernyataan resminya.

European Leagues bahkan melabeli pengumuman FIFA tersebut sebagai langkah yang ceroboh dan berpotensi memecah belah ekosistem sepak bola internasional.

Kritik Tajam UEFA dan Isu Tekanan Finansial

Senada dengan European Leagues, Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) juga menyuarakan penolakan yang semakin meluas. UEFA menilai skema ini hanya akan menguntungkan segelintir pihak daripada memajukan olahraga secara keseluruhan.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyoroti adanya dugaan tekanan dari FIFA kepada asosiasi anggota. FIFA disebut memberikan tenggat waktu bagi asosiasi untuk mendukung proposal tersebut dengan imbalan pembayaran satu kali (one-off payment). Jika dukungan tidak diberikan, tawaran dana tersebut terancam ditarik.

"Hari ini kami mengetahui adanya tenggat waktu dari FIFA kepada asosiasi untuk mendukung proposal mereka atau tawaran pembayaran satu kali itu akan ditarik. Hal itu sudah menjelaskan segalanya mengenai rencana itu," tulis pernyataan resmi UEFA.

UEFA menegaskan bahwa tata kelola sepak bola bukanlah aset yang dapat diperjualbelikan secara bebas, terutama tanpa adanya transparansi mengenai pihak-pihak yang akan meraup keuntungan finansial dari kesepakatan tersebut. (Sputnik/Ant/I-1)

Pihak Posisi Terhadap Proposal FFE
FIFA (Gianni Infantino) Mengklaim sebagai peluang demokratis dan opsional untuk pengembangan global.
European Leagues Menolak keras; dianggap mengancam fondasi dan kedaulatan sepak bola.
UEFA Menentang; mengkritik kurangnya transparansi dan adanya tekanan finansial pada anggota.
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |