Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia

1 month ago 24
 Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (21/8) mengatakan bahwa lebih baik mengakhiri perang sekarang karena Iran berada dalam posisi yang "kuat dan bermartabat".(Xinhua)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa saat ini merupakan momentum terbaik untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Jumat (21/8) dengan menekankan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat di mata dunia.

Berbicara dalam Sidang Umum ke-31 Asosiasi Islam Perhimpunan Medis Iran di Teheran, Pezeshkian menegaskan bahwa perang dengan AS pada akhirnya harus berakhir. Ia menilai dunia internasional telah mengakui posisi Iran, sementara AS mendapat kecaman luas akibat pelanggaran aturan internasional.

"Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang, saat kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat, dan seluruh dunia mengakui kemenangan kita," ujar Pezeshkian sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi kantor kepresidenan.

Status Nota Kesepahaman (MoU) Perdamaian

Pezeshkian menyoroti Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani antara Iran dan AS pada 18 Juni lalu. Dokumen tersebut dirancang untuk menghentikan permusuhan di seluruh front di Timur Tengah. Presiden Iran menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai pencapaian besar yang terhormat.

Ia menekankan beberapa poin krusial terkait MoU tersebut:

  • Tidak ada ketentuan yang mengisyaratkan penyerahan diri dari pihak Iran.
  • Seluruh kewajiban dalam kesepakatan menjadi tanggung jawab pihak lawan (AS).
  • Kesepakatan disetujui dengan semangat persatuan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran.

Kesiapan Militer dan Ketidakpastian Perundingan

Meski menyerukan perdamaian, Pezeshkian memberikan peringatan keras bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika kembali diserang. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kesiapan penuh untuk memberikan respons yang menghancurkan terhadap segala bentuk intimidasi.

Berikut adalah lini masa dan status perundingan Iran-AS berdasarkan data terbaru:

Tanggal/Periode Peristiwa Penting
18 Juni Penandatanganan MoU penghentian perang di semua front Timur Tengah.
17 Agustus Batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final (berakhir).
21 Agustus Pidato Presiden Pezeshkian mengenai posisi tawar Iran yang kuat.
Status Saat Ini Nasib perundingan belum jelas akibat meningkatnya ketegangan bulan lalu.

Pezeshkian menuduh AS telah melanggar hukum internasional dengan menyerang infrastruktur sipil seperti sekolah dan rumah sakit. Oleh karena itu, ia menilai posisi moral Iran lebih unggul di kancah global saat ini. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kelanjutan dialog setelah tenggat waktu 60 hari pada Senin (17/8) terlampaui tanpa kesepakatan final yang konkret. (Xinhua/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |